Pemasangan RFID Sepi Peminat, Ini Tanggapan Pertamina

Pemasangan RFID Sepi Peminat, Ini Tanggapan Pertamina

- detikFinance
Jumat, 21 Feb 2014 17:12 WIB
Pemasangan RFID Sepi Peminat, Ini Tanggapan Pertamina
Jakarta - Minat masyarakat di DKI Jakarta untuk memasangΒ Radio Frequency Identification (RFID) atau alat monitoring dan pengendalian BBM di kendaraannya turun 40%. sampai saat ini total jumlah pemasangan masih sekitar 265.000 kendaraan dari target 4 juta unit. Apa persoalannya?

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan, masalah terhambatnya pemasangan RFID ini salah satunya karena PT Inti ingin mengubah isi kontrak, agar nilai pengembalian investasi diubah dari Rp 18 per liter menjadi Rp 21 per liter.

"Itu masih kita kaji apakah hal tersebut dimungkinkan, karena ini sudah tender kan ya, saat ini masih diserahkan ke BPKP," ucap Ali ditemui di Restoran Midori, Kebun Sirih, Jumat (21/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika kontrak pemasangan RFID sebanyak 100 juta kendaraan di seluruh Indonesia tersebut diubah, maka Pertamina akan mendesak PT Inti selaku pemenang tender agar tetap patuh pada kontrak.

"Kalau kontrak tidak bisa diubah, maka kita minta Inti tetap tunduk pada kontrak, dalam kontrak kan ada hak dan kewajiban, kalau INTI penuhi kewajibannya kita penuhi haknya, kalau tidak tentu ada konsekuensinya," tegas Ali.

MEski seolah lambat dan hari demi hari minat masyarakat terhadap pemasangan RFID ini terus turun, Ali mengatakan, program ini sangat penting demi mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi.

"RFID itu penting, manfaatnya banyak, terutama data penyaluran dan dapat menghindarkan penyalahgunaan BBM subsidi," ujar tutup Ali.

Seperti diketahui, minimnya pemasangan RFID ini khususnya di Jakarta, karena PT Inti masih belum berani mengenjot program pemasangan RIFD. Pasalnya nilai kontrak Rp 18 per liter dianggap terlalu rendah dan jika diteruskan akan membuat PT Inti merugi, saat ini Inti telah mengajukan permohonan untuk mengubah nilai kontrak dari Rp 18 per liter menjadi Rp 21 per liter.

(rrd/zul)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads