Wamen ESDM Sebut Penjualan Gas ke China Tak Adil Bagi RI

Wamen ESDM Sebut Penjualan Gas ke China Tak Adil Bagi RI

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 25 Feb 2014 15:24 WIB
Wamen ESDM Sebut Penjualan Gas ke China Tak Adil Bagi RI
Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menjual gas dari kilang LNG Tangguh di Papua ke Fujian, China sejak beberapa tahun lalu. Harga jual yang diberikan Indonesia, dinilai jauh di bawah harga pasar.

Saat ini, harga ekspor gas dari kilang tangguh ke China senilai US$ 3,5 per MMBTU. Melihat kondisi itu, pemerintah Indonesia telah melakukan renegosiasi dengan pemerintah provinsi Fujian selaku pembeli gas.

"Nggak adil bagi masyarakat bahwa harga yang dijual rendah, bukan kita tidak mau menghormati kontrak," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini harga gas di pasar domestik senilai US$ 11 hingga US$ 13 per MMBTU. Harapannya, nilai negoasiasi bisa setara dengan harga gas di dalam negeri.

"Kalau bisa di atas harga domestik. Yang kita usulkan paling tidak sesuai dengan harga domestik," sebutnya.

Susilo menjelaskan sesuai perjanjian setelah 4 tahun pengiriman gas pertama, bisa dilakukan renegosiasi harga jual gas antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah China.

"Karena tahun 2006 kita ada klausul membuka negosiasi harga, bahwa 4 tahun setelah disuplai pada 2009, boleh merenegosiasi harga. Kita sudah mulai bersama tim datang ke sana untuk memastikan dan mendorong Pemda Fujian agar secepatnya merespon yang kita minta untuk menaikkan harga," tegasnya.

(hen/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads