Jawa Terancam Krisis Listrik di 2018, Jero: Karena Banyak Pabrik dan Mal

Jawa Terancam Krisis Listrik di 2018, Jero: Karena Banyak Pabrik dan Mal

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2014 16:50 WIB
Jawa Terancam Krisis Listrik di 2018, Jero: Karena Banyak Pabrik dan Mal
Jakarta - Pulau Jawa diprediksi akan mengalami krisis listrik pada tahun 2018 nanti. Salah satu penyebabnya adalah, kurangnya pasokan listrik karena makin banyaknya pabrik dan pusat perbelanjaan (mal).

"Krisis listrik di Pulau Jawa diperkirakan pada 2018, penyebabnya banyak, salah satunya makin banyaknya pabrik dan mal yang berdiri di Jawa, yang disebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tiap tahunnya. Sehingga kebutuhan listrik makin tinggi," ujar Menteri ESDM Jero Wacik ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Jero mengungkapkan, akibat kebutuhan listrik yang meningkat tersebut, tiap tahun pasokan listrik secara nasional harus ditambah minimal 4.000-5.000 megawatt (MW).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena pertumbuhan ekonomi itu kebutuhan listrik naik, sehingga paling tidak kita harus menambah kapasitas listrik 4.000-5.000 MW per tahun," ucapnya.

Jero menambahkan, untuk membangun pembangkit listrik 4.000-5.000 MW per tahun tidaklah mudah, karena banyak kendala salah satunya pembebasan lahan. Salah satunya seperti yang terjadi pada proyek PLTU Batang di Jawa Tengah.

"Seperti proyek PLTU Batang 2 x 1.000 MW itu belum, karen lahan. Kalau itu nggak selesai itu bisa krisis listrik, makanya saya terobos bisa bangun 7.000 MW selain proyek 10.000 MW, kalau proyek 7.000 MW ini berhasil terbangun, PLTU Batang telat selesainya, masih aman," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads