Pertemuan ini dilakukan di kantor Gubernur Jawa Tengah. Selama ini, emiten berkode PGAS itu pernah membangun dan mengoperasikan jaringan pipa distribusi gas bumi di wilayah Semarang, namun sudah tidak beroperasi.
Program pembangunan jaringan distribusi gas di Semarang merupakan revitalisasi jaringan lama yang telah dioperasikan PGN sejak tahun 1980-an. PGN akan berinvestasi untuk merevitalisasi jaringan distribusi tersebut dan akan membangun jaringan distribusi gas yang komprehensif di wilayah Semarang dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berkembangnya industri di Jawa Tengah akhir-akhir ini, baik industri baru maupun yang didorong adanya relokasi Industri dari berbagai daerah karena tenaga kerja di Jawa Tengah yang cukup kompetitif, memerlukan pasokan energi dengan harga yang lebih kompetitif," kata Hendi dalam siaran pers, Selasa (4/3/2014).
Jawa Tengah memiliki beberapa kawasan industri yang membutuhkan dukungan pengembangan infrastruktur energi, yang tersebar di beberapa wilayah seperti Semarang, Demak, Kendal, Kudus, Pati, Ungaran, Solo Raya. Gas bumi merupakan pilihan energi (bahan bakar maupun bahan baku) yang kompetitif dan ramah lingkungan.
Infrastruktur gas di Jawa Tengah, kata Hendi, sangat mendesak untuk dibangun. Data dari Dinas Pertambangan dan Energi Jawa Tengah menyebutkan bahwa ada potensi penghematan konsumsi energi sektor industri mencapai Rp 900 miliar per tahun di Jawa Tengah.
Sebagaimana diketahui selama ini Indonesia sangat bergantung pada impor BBM. Impor BBM yang besarnya mencapai US$ 3,6 miliar per tahun atau lebih dari Rp 360 triliun telah menguras devisa negara.
Tingginya impor BBM itu membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi defisit. Selain itu ketergantungan pada BBM, membuat subsisi BBM membengkak dari tahun ke tahun. Tahun 2013 lalu misalnya, pemerintah harus menganggarkan lebih dari Rp 200 triliun untuk subsidi BBM itu.
Kepada Ganjar, Hendi juga menyampaikan progres rencana pembangunan jaringan transmisi Kalija (Kalimantan-Jawa) Tahap 1. Pada proyek ini PGN bekerjasama dengan PT Bakrie & Brothers. Jaringan pipa gas sepanjang 200 kilometer ini menghubungkan Lapangan gas Kepodang dan PLTGU Tambak Lorok Semarang.
Ganjar menyambut baik kesiapan PGN untuk membangun jaringan gas di Jawa Tengah. Ganjar mengakui Jateng membutuhkan infrastruktur energi dan infrastruktur lainnya seperti jalan.
"Karena itulah tahun 2014 ini kami canangkan sebagai tahun infrastruktur bagi Jawa Tengah. PGN menjadi penting bagi Jawa Tengah," katanya.
Ganjar menambahkan pemerintah provinsi Jateng akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada PGN untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur gas di wilayah Jawa Tengah.
(dnl/ang)











































