Komut Pertamina: Kami Harus Rebutan Minyak di Luar Negeri

Komut Pertamina: Kami Harus Rebutan Minyak di Luar Negeri

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2014 14:20 WIB
Komut Pertamina: Kami Harus Rebutan Minyak di Luar Negeri
Jakarta - Cadangan minyak Indonesia dan dunia makin hari makin menipis. Banyak perusahaan minyak, termasuk Pertamina, yang berebut blok minyak di luar negeri untuk menambah cadangan minyaknya.

"Di seluruh dunia perusahaan minyak tidak hanya fokus kepada negeri sendiri, semua perusahaan besar apakah Petrobras apakah Petronas, semua mencari minyak di luar negeri," kata Komisaris Utama Pertamina Sugiharto ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Sugiharto mengatakan, saat ini cadangan minyak Indonesia semakin menipis dan salah satu caranya tentu aktif mencari minyak di negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cadangan minyak semakin tipis sehingga untuk memastikan kehandalan dan kecukupan pasokan energi dibutuhkan cadangan baru. Kalau di Indonesia siapa pun operatornya bagian paling besar tentu untuk negara. Kalau di luar negeri dengan mengakusisi minyak di Irak, di Alzajair, dan negara lainnya tentunya hasil yang didapat untuk menjaga kehandalan dan pasokan energi dalam negeri," ungkapnya.

Mantan Menteri BUMN ini mengatakan, strategi Pertamina dalam 5 tahun terakhir ini aktif untuk mengakusisi blok minyak di luar negeri atau aktif melakukan investasi di negara lain.

"Untuk mengakusisi blok minyak di negara lain tidaklah mudah, pesaingnya banyak karena itu juga dilakukan banyak perusahaan minyak, sehingga saat ini kita itu harus rebutan minyak di luar negeri," katanya.

Sugiharto menambahkan, dana untuk investasi tahun ini mencapai US$ 7,8 miliar baik di dalam negeri, maupun di luar negeri termasuk mengakusisi blok minyak.

"Capex Pertamina tahun lalu sebesar US$ 6,8 miliar, sekarang meningkat menjadi US$ 7,8 miliar, dana itu untuk investasi baik di dalam negeri maupun akusisi blok minyak di luar negeri," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads