Seperti dikutip dari siaran pers PLN, Rabu (5/3/2014), penurunan kinerja keuangan perseroan karena kerugian kurs akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp 12.000. Selain rugi kurs dolar, PLN mengalami kerugian kurs mata uang yen.
Di 2013, PLN mencatat rugi kurs Rp 42,2 triliun dan mengalami kenaikan beban bunga ke angka Rp 5,5 triliun. Tahun lalu PLN mencatat kenaikan pendapatan usaha 10,6% menjadi Rp 257,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya administrasi dan umum yang merupakan controllable cost bagi PLN naik 5,7% dari Rp 5,2 triliun di 2012 menjadi Rp 5,5 triliun di 2013. Selebihnya dikontribusi oleh peningkatan konsumsi dan harga bahan bakar dan pelumas yang berada di luar kontrol Perseroan.
Peningkatan pendapatan usaha di tahun 2013 didorong kenaikan volume penjualan tenaga listrik dan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang diberlakukan bertahap setiap triwulan atau mulai pemakaian Januari 2013. Total sambungan baru yang diperoleh perseroan pada tahun 2013 adalah 3,8 juta pelanggan sehingga total pelanggan PLN di seluruh Indonesia mencapai 54 juta jiwa.
(feb/feb)











































