Atasi Krisis Listrik Sumatera, BUMN Bangun Infrastruktur Rp 60 Triliun

Atasi Krisis Listrik Sumatera, BUMN Bangun Infrastruktur Rp 60 Triliun

- detikFinance
Jumat, 07 Mar 2014 10:36 WIB
Atasi Krisis Listrik Sumatera, BUMN Bangun Infrastruktur Rp 60 Triliun
Jakarta - BUMN melakukan sinergi membangun sistem transmisi kelistrikan trans Sumatera untuk mengatasi persoalan listrik. Sinergi ini dimediasi langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dahlan hari ini mengumpulkan direksi dari PT PLN (Persero) dan direksi BUMN karya seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT PP Tbk, dam PT Adhi Karya Tbk.

BUMN karya dan BUMN listrik ini berencana melakukan sinergi membangun sistem jaringan transmisi kelistrikan dari selatan hingga utara pulau Sumatera.

"Tadi saya undang Direksi PLN dan BUMN Karya, bagaimana percepatan infrastruktur listrik di Sumatera. Sumatera bagian selatan harga listrik cukup murah. Sedangkan Sumatera bagian tengah dan utara harga listrik mahal dan kurang," kata Dahlan usai bertemu direksi BUMN karya dan PLN di Kantor Pusat Pertani, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2014).

Pertemuan ini merupakan langkah awal sebelum BUMN membangun sistem transmisi. Saat pertemuan juga dibahas kendala izin dan pembebasan lahan untuk pembangunan transmisi.

Sistem transmisi akan dibangun dari daerah Sumatera Selatan yang memiliki pasokan listrik berlebih, dan menjadi lumbung energi terbanyak di Sumatera. Dari Sumatera bagian Selatan ini, sistem jaringan listrik dibangun menuju daerah Sumatera bagian Tengah dan Utara yang mengalami defisit listrik dan harga listrik mahal. Setelah selesai, jaringan listrik di Sumatera bagian selatan dan utara bisa terhubung.

Untuk membangun sistem transmisi ini, BUMN akan menggelotorkan investasi Rp 60 triliun. "Pendanaan dari bank BUMN. Proyek bisa memakan investasi Rp 60 Triliun. Ini kan bukan proyek 1 tahun, tapi dibagi 2,5 tahun," jelas Dahlan.

Untuk pembiayaan, proyek sinergi ini akan didukung dari perbankan BUMN. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk membangun sistem transmisi ini mencapai 2,5 tahun. BUMN karya akan membagi pengerjaan ini ke dalam paket-paket layaknya proyek jalan tol.

"Masing-masing BUMN kerjakan 2 paket," jelasnya.

Meski pembangunan transmisi ini terbilang mahal, namun secara investasi pembangunan transmisi cukup menjanjikan. "IRR masing-masing ketentuan 17%-18%," katanya.

Pembangunan sistem transmisi kelistrikan ini mirip dengan skema pembangunan dan investasi ruas tol. BUMN karya membangun sistem transmisi. Nanti setelah sistem jaringan selesai dibangun maka PLN akan membayar biaya melewati jaringan atau mirip seperti tiket tol.

"Kira-kira memproduksi listrik di Sumatera bagian Selatan Rp 800 per watt. Kalau Pekanbaru Rp 2.000 per watt. Lebih baik produksi listrik di Sumatera bagian Selatan. Biaya kirim listrik nggak sampai Rp 1.200. Itulah ongkos tol. Apalagi biaya produksi listrik di Medan Rp 4.500. Selisih harga bisa untuk biaya listrik jalan tol yang bebas hambatan," jelasnya.

(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads