Alasan Dahlan Ngotot Minta BUMN Bikin Jaringan Listrik Sumatera

Alasan Dahlan Ngotot Minta BUMN Bikin Jaringan Listrik Sumatera

- detikFinance
Jumat, 07 Mar 2014 11:34 WIB
Alasan Dahlan Ngotot Minta BUMN Bikin Jaringan Listrik Sumatera
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku gregetan dengan kondisi listrik di wilayah Sumatera bagian utara. Akhirnya ia meminta BUMN karya untuk keroyokan membantu PT PLN (Persero).

Dahlan ingin BUMN membangun sistem transmisi kelistrikan baru senilai Rp 60 triliun dari Sumatera bagian selatan yang surplus listrik ke arah Sumatera bagian utara yang defisit listrik.

Mantan bos PLN ini menjelaskan sebelum rencana konsorsium BUMN membangun sistem transmisi ini, PLN telah memiliki program pembangunan transmisi listrik lintas Sumatera. Namun pembangunan yang dicanangkan sejak 2008 ini berjalan lambat dan belum selesai hingga kini.

"Rencana itu sebenarnya sudah ada bahkan sudah 15 tahun lalu, proyeknya sudah ada. Proyek sudah dimulai sejak 2008, sampai hari ini proyek itu belum selesai dan tidak tahu sampai kapan akan selesai. Bayangkan proyek tahun 2008 karena melewati hutan, yang perizinannya sulitnya bukan main," kata Dahlan saat ditemui di Kantor Pusat Pertani, Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Menurut Dahlan, krisis listrik di Sumatera sebetulnya tidak perlu terjadi andaikata proyek transmisi yang dimulai tahun 2008 sudah selesai dibangun.

"Seandainya proyek itu bisa selesai dalam waktu 3 tahun maka sebetulnya wilayah utara Sumatera itu bisa teratasi listriknya karena listrik selatan bisa di aliri ke utara, sekarang nggak bisa. Jadi sejak 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014 sudah 6 tahun dan belum tahu kapan selesai," jelasnya.

Selain itu, wilayah Sumatera bagian selatan yang surplus energi ternyata dimanfaatkan untuk memasok energi ke luar negeri. Dengan kondisi itu, ia menegaskan lebih baik memanfaatkan sumber daya energi yang melimpah di wilayah Sumatera bagian selatan untuk digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik yang bisa mengaliri provinsi di Sumatera.

"Memproduksi listrik di Sumsel lebih murah daripada memproduksi listrik di Sumut atau Pekanbaru. Mengapa Sumsel lumbung energi, dari ada lumbung energi listriki di luar negeri mendingan lumbung energi melistriki seluruh Sumatra," jelasnya.

Rencananya pembangun sistem transmisi baru ini dimulai pada Agustus 2014. Proyek perusahaan pelat merah yang menelan biaya Rp 60 triliun ini, tidak memakai dana APBN. Proses pembangunan sistem ini membutuhkan waktu 2,5 tahun. Harapannya setelah jaringan tersambung maka sistem tersebut mampu dialiri listrik hingga 2.000 mega watt.

"Kita putuskan membangun sistem tranmisi 500 kilovolt (KV) di sepanjang Sumatera sama dengan sistem di Jawa dari Paiton-Suralaya. Itu sistemnya 500 KV dengan demikian bisa mengalirkan listrik dalam jumlah yang besar. Bisa 2.000 Mega Watt dialirkan," tegasnya.

(feb/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads