"Harga batu bara tahun lalu sangat turun, tahun ini mulai naik, dan masa depan batu bara di dalam negeri akan makin cerah. Saya minta para perusahaan batu bara tetap menjaga good mining practice," ucap Jero ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2014).
Keyakinan Jero Wacik tersebut adalah karena pemerintah tahun ini akan lebih banyak membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.
"Pemerintah tahun ini banyak membangun PLTU, selain proyek 10.000 MW tahap II yang mayoritas PLTU batu bara, ditambah lagi PLTU-PLTU 7.000 MW tambahan yang merupakan terobosan kami untuk mengantisipasi kurangnya pasokan listrik di Jawa pada 2018," ungkap Jero.
Hal tersebut membuat kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik akan semakin banyak dan tentunya akan diikuti dengan harga yang lebih baik.
"Jadi pastinya batu bara saudara (perusahaan batu bara) akan laku. Karena kita akan terus bangun pembangkit listrik lebih banyak lagi, karena itu tidak bisa dihindari, ini akibat makin banyaknya kebutuhan listrik di Indonesia, kelas menengah kita ada 50 juta jiwa lebih, mereka beli kulkas, beli TV beli kipas, beli AC dan banyak lagi barang elektronik," tutupnya.
(rrd/dnl)











































