"Decline rate-nya 12%-15%. Untuk menjaga agar penurunan produksi tidak terlalu banyak diperlukan dana untuk biaya operasi yang cukup banyak, agar decline rate hanya 10% per tahun," kata Direktur Pengembangan Pertamina EP Satoto Agustono
dihubungi, Minggu (9/3/2014).
Salah satu yang dilakukan agar decline rate tidak turun terlalu signifikan, pihaknya saat ini melakukan enhanced oil recovery (EOR)/ pengeboran tahap lanjut.
"Saat ini dengan EOR ada tambahan produksi 24.800 barel per hari. Kita lakukan EOR diseluruh sumur Pertamina EP, injeksi dengan air," ucapnya.
Satoto mengakui, walau berupaya terus menguras sumur minyaknya, produksi Pertamina EP masih jauh dari target produksi yang ditentukan dari APBN maupun dari SKK Migas.
"Produksi sekarang 119.000 barel per hari, target produksi seharusnya 128.000 barel per hari. Untuk mengejar target kita akan terus mencari minyak dengan eksplorasi, 87 sumur baru kami targetkan tahun ini, fokusnya di wilayah timur Indonesia, seperti di Kalimantan kita produksi di Bunyu, Kutai Lama, Sanga-Sangga, Louis dan lainnya," ungkapnya.
(rrd/hen)











































