Mencari minyak bumi di Indonesia tidaklah mudah, karena untuk melakukan pengeboran satu sumur minyak diperlukan dana miliaran rupiah untuk satu sumur minyak. Jika gagal tak mendapatkan minyak maka kerugian ditanggung oleh perusahaan minyak.
Seperti yang dilakukan PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), mereka menghabiskan dana untuk mengebor satu sumur minyak hingga Rp 150 miliar.
"Biaya eksplorasi (mengebor sumur minyak/gas bumi) rata-rata US$ 10 juta-US$ 15 juta per sumur (sekitar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar)," ungkap Direktur Pengembangan Pertamina EP, Satoto Agustono, dihubungi, Minggu (9/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena sulitnya pembebasan tanah, kita coba ngebor dengan cara menyamping, risiko kegagalannya tinggi, biayanya juga tinggi," ucapnya.
Tahun ini Pertamina EP menganggarkan dana untuk mengebor sumur minyak baru sebesar US$ 400 juta.
"Dana itu untuk mengebor sekitar 87 sumur tahun ini. Sumur-sumur yang dibor itu difokuskan di wilayah timur Indonesia. Minyak di timur Indonesia itu banyak tapi sulit carinya," katanya.
Bahkan dari 87 sumur yang akan dibor, ada 12-14 sumur eksplorasi yang tersebar di Indonesia yang sifatnya wild cat.
"Wild cat ini merupakan sumur eksplorasi yang dibor di daerah yang masih belum terbukti mengandung minyak, yang berdasarkan pertimbangan geologis diharapkan mempunyai akumulasi hidrokarbon, ini taruhannya kegagalannya besar," tutupnya.
(rrd/hen)











































