Dahlan Temui Menteri BUMN Papua Nugini Bahas Ekspor Listrik

Dahlan Temui Menteri BUMN Papua Nugini Bahas Ekspor Listrik

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2014 17:46 WIB
Dahlan Temui Menteri BUMN Papua Nugini Bahas Ekspor Listrik
Jakarta - Siang tadi, Menteri BUMN Indonesia Dahlan Iskan kedatangan tamu Menteri BUMN Papua Nuhini Ben Micah. keduanya membahas soal pasokan listrik di perbatasan antara Papua Barat dengan Papua Nugini.

Dahlan menjelaskan, pihaknya meminta berlanjutnya rencana ekspor listrik PLN ke Papua Nugini. Rencananya, besok akan ada pertemuan pembahasan teknis antara PLN dengan perusahaan listrik Papua Nugini.

"Beliau meminta supaya ada follow up ekspor listrik ke Papua Nugini, besok pagi ada pertemuan teknis di Kantor PLN, antara PLN kita dan PLN Papua Nugini membicarakan masalah teknis," kata Dahlan usai pertamuan yang dilakukan di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (11/3/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan menambahkan, bila pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holkamp di Papua jadi, maka listrik bisa langsung dialirkan ke Papua Nugini. Pengiriman listrik bisa dilakukan menggunakan kabel 20 kv. Kemudian listrik tersebut akan dialirkan hingga ke tiga kota di Papua Nugini, yaitu Vanimo, Aitape, hingga Wewak.

"Pembangkit listrik yang ada Jayapura itu jadi, maka listrik langsung bisa dialirkan. Kita rencanakan dengan sistem kabel 20 kv, jaraknya nggak sampai 20 km. Kemungkinan langsung kirim listrik ke kota berikutnya dan berikutnya, dia bilang jaraknya 100 km, kalau itu harus dibicarakan kembali dan harus pakai kabel 70 kv, kalau pakai 20 kv nanti listriknya menurun," imbuhnya.

Dahlan mengaku, PLTU Holkamp yang ada di Jayapura sudah menunggu proses final, diperkirakan pada akhir tahun ini pembangkit sudah bisa dioperasikan dan mengalirkan listrik 20 megawatt (MW) .

"Pembangunan sudah hampir jadi ini menunggu finishing, saya kira akhir tahun ini. Kebutuhan Kota di sana cuma 1 mega watt, yang dibangun 20 megawatt. Ini bagian dari proyek listrik pemerintah 10 ribu megawatt tahap II," tambahnya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads