Petronas Siap Sedot Minyak dan Gas RI Mulai Kuartal IV-2014

Petronas Siap Sedot Minyak dan Gas RI Mulai Kuartal IV-2014

- detikFinance
Rabu, 12 Mar 2014 10:50 WIB
Petronas Siap Sedot Minyak dan Gas RI Mulai Kuartal IV-2014
Jakarta -

Dua lapangan minyak dan gas bumi (migas) milik pemerintah Indonesia yang dikelola Petronas Carigali Ltd. ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV-2014.

Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Lambok Hutauruk mengungkapkan, kedua proyek tersebut adalah lapangan Muriah, blok Kepodang dengan kapasitas produksi 116 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta Lapangan Bukit Tua, blok Ketapang 2 dengan kapasitas produksi 20.000 barel minyak per hari dan 70 juta kaki kubik gas bumi per hari.

"Selain aspek teknis, kami juga menyiapkan tenaga kerja yang kompeten agar proyek tersebut dengan baik," kata Lambok saat penutupan program pengembangan pekerja lintas kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Β 
Lambok mengatakan, industri hulu migas mengalami banyak tantangan, dan juga persoalan. Berbagai masalah, dari soal teknis hingga non teknis semakin beragam dan kompleks. Di sisi lain, kegiatan usaha hulu migas masih menjadi salah satu penopang utama penerimaan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Posisi industri ini akan tetap dominan hingga beberapa tahun ke depan, terlihat dari tingginya harapan pemerintah terhadap pencapaian target produksi yang ditetapkan," ucapnya.
Β 
Sesuai data SKK Migas, pada 2014 akan dilaksanakan survei seismik 2D sepanjang 9.020 kilometer, seismik 3D seluas 11.633 kilometer, 206 pengeboran eksplorasi, 1.300 pengeboran sumur pengembangan, 989 kegiatan kerja ulang, serta perawatan 33.170 sumur.

"Semua rencana kerja tersebut untuk mencapai target Pemerintah, salah staunya penerimaan negara sebesar US$ 30,6 miliar," pungkasnya.

Selain itu, Petronas juga mengakhiri program pertukaran pekerja antar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sebanyak 20 pekerja Petronas telah selesai mendapatkan on job training dari Petronas di Santos dan Kangean Energy.

Deputi pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas Lambok H Hutauruk mengatakan, SKK Migas berkomitmen meningkatkan pemberdayaan kapabilitas dan kapasitas tenaga kerja Indonesia di industri hulu migas. Pasalnya, sektor ini tengah menghadapi kelangkaan tenaga kerja Nasional, khususnya dalam bidang petrotechnical.

Atas dasar itu, salah satu yang dilakukan adalah dengan program pengembangan pekerja lintas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, Petronas Carigali menempatkan pekerja yang bertugas sebagai operator produksi di Santos dan Kangean Energi Indonesia. Sebanyak 20 pekerja Petronas 'magang' selama enam bulan mulai September 2013, di kedua kontraktor tersebut.

"Hasilnya, menunjukkan adanya peningkatan kompetensi dasar dalam hal sikap kerja, keterampilan teknik, serta hal terkait dengan keselamatan kerja pada semua peserta," kata Lambok.

Dengan contoh ini, SKK Migas berharap KKKS lainnya, terutama yang telah mendapat persetujuan rencana pengembangan lapangan (POD), melakukan upaya-upaya sejenis dalam mengembangkan tenaga kerjanya.

Di sisi lain, kontraktor yang sudah berproduksi, diharapkan bisa membuka pintu lebar-lebar untuk membantu kontraktor lain memberikan tempat belajar bagi tenaga kerja Indonesia.

"Ingat, bisnis hulu migas adalah proyek negara, kontraktor migas tidak boleh terkotak-kotak," tegasnya.

Sementara itu, General Manager Petronas Hazli Sham B. Kassim mengatakan, program on the job training yang dilakukan Petronas ini dirancang sebagai upaya mempersiapkan operator produksi yang kompeten sesuai kebutuhan bisnis Petronas pada saat beroperasi.

Ke-20 pekerja tersebut akan mendapat penugasan di situs konstruksi untuk mengikuti pekerjaan konstruksi, pemeriksaan, pengetesan peralatan, serta penugasan ke fasilitas produksi untuk mengikuti kegiatan commisioning dan start up di lapangan Kepodang dan Bukit Tua.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads