"Produksi gas Masela 30% untuk domestik, terserah mau nantinya diberikan ke PGN, Pertamina, atau lainnya pokoknya harus disetap domestik. Sedangkan 70%-nya akan diekspor, terserah nanti bisa ke Jepang atau negara lainnya tergantung si INPEX (operator Blok Masela)," ujar Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Susilo mengatakan, terkait permintaan INPEX Corporation yang kontraknya habis pada 2028, dan ingin memperpanjang kontraknya 10 tahun lagi, sampai saat ini pemerintah belum memberikan persetujuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, kontrak pengelolaan INPEX Corporation di Blok Masela berakhir pada 2028. Namun produksi gas di Masela baru diperkirakan akan mulai pada Kuartal III-2018.
Karena baru produksi pada akhir 2018 sementara kontrak berakhir 2028, tentu akan membuat INPEX rugi selaku pihak yang memproduksi gas di Blok tersebut. Cadangan gas di Masela mencapai 9,18 triliun TCF.
(rrd/dnl)











































