"Jadi presiden yang baru, siapapun yang terpilih, harus berani dan mempunyai kekuatan untuk menghapuskan subsidi BBM, jadi bukan hanya menaikkan harganya tapi dihapuskan, tidak ada lagi subsidi BBM," kata Sandiaga Uno ditemui di Sudirman Tower Condominium, Jumat (21/3/2014).
Sandiaga yang merupakan pengusaha muda pemilik Saratoga ini menambahkan persoalan besar bangsa ini adalah besarnya subsidi untuk BBM, tetapi manfaatnya lebih banyak dirasakan oleh orang kaya dan mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pemerintah yang baru nanti harus memiliki keinginan untuk bekerja sungguh-sungguh dan bisa menghapuskan segala hambatan terutama birokrasi.
"Kita tahu impor BBM kita besar sekali tapi salah sasaran, kita punya gas, seperti proyek Masela (LNG) ada gas sebesar 15 tcf ( triliun cubic feet) itu kalau bisa disalurkan ke masyarakat manfaatnya besar, tapi tidak bisa karena birokrasi, jadi kita mengharapkan pemerintahan yang baru mempunyai political will yang bisa menghapus hambatan terutama birokrasi," tutupnya.
(rrd/hen)











































