Namun yang perlu diwaspadai adalah masih tingginya defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Penyebabnya adalah tingginya angka impor minyak dan BBM.
Direktur Bahana Securities Budi Hikmat mengatakan, untuk mengurangi ketergantungan impor BBM adalah dengan mengurangi subsidi BBM. Tingginya impor BBM menjadi penyebab melemahnya rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain BBM, terdapat komoditi lain yang juga menyebabkan angka defisit Indonesia membengkak yaitu tingginya impor baja ringan, chemical, dan kendaraan. Ini juga menjadi beban pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Properti Indonesia itu kenceng karena penduduk kita muda. Hubungannya adalah banyak orang bikin rumah pakai baja ringan, sementara baja ringan itu diimpor secara besar-besaran. Kalau chemical itu tinggi juga karena ada pemilu untuk pembuatan spanduk dan lain-lain dan digunakan industri," tandasnya.
Sebelumnya pengusaha muda Sandiag Uno juga mengharapkan presiden baru tak hanya berani menaikkan harga BBM, tetap harus menghapus subsidi BBM.
"Jadi presiden yang baru, siapapun yang terpilih, harus berani dan mempunyai kekuatan untuk menghapuskan subsidi BBM, jadi bukan hanya menaikkan harganya tapi dihapuskan, tidak ada lagi subsidi BBM," kata Sandiaga Uno ditemui di Sudirman Tower Condominium, Jumat (21/3/2014).
(drk/hen)











































