Selain Pengusaha, Pelaku Pasar Ingin Presiden Baru Naikkan Harga BBM

Selain Pengusaha, Pelaku Pasar Ingin Presiden Baru Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Jumat, 21 Mar 2014 15:25 WIB
Selain Pengusaha, Pelaku Pasar Ingin Presiden Baru Naikkan Harga BBM
Jakarta - Pelaku pasar modal masih melihat sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia di tahun ini. Pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melesat beberapa hari terakhir akibat Jokowi Effect menjadi salah satu buktinya.

Namun yang perlu diwaspadai adalah masih tingginya defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Penyebabnya adalah tingginya angka impor minyak dan BBM.

Direktur Bahana Securities Budi Hikmat mengatakan, untuk mengurangi ketergantungan impor BBM adalah dengan mengurangi subsidi BBM. Tingginya impor BBM menjadi penyebab melemahnya rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Impor kita tinggi. Salah satunya BBM karena itu rupiah melemah. Nah, agar rupiah naik, ekonomi juga baik, siapa pun presidennya harus berani menaikkan harga BBM, selama ini pemerintah dibebankan karena tingginya subsidi BBM," katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Selain BBM, terdapat komoditi lain yang juga menyebabkan angka defisit Indonesia membengkak yaitu tingginya impor baja ringan, chemical, dan kendaraan. Ini juga menjadi beban pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Properti Indonesia itu kenceng karena penduduk kita muda. Hubungannya adalah banyak orang bikin rumah pakai baja ringan, sementara baja ringan itu diimpor secara besar-besaran. Kalau chemical itu tinggi juga karena ada pemilu untuk pembuatan spanduk dan lain-lain dan digunakan industri," tandasnya.

Sebelumnya pengusaha muda Sandiag Uno juga mengharapkan presiden baru tak hanya berani menaikkan harga BBM, tetap harus menghapus subsidi BBM.

"Jadi presiden yang baru, siapapun yang terpilih, harus berani dan mempunyai kekuatan untuk menghapuskan subsidi BBM, jadi bukan hanya menaikkan harganya tapi dihapuskan, tidak ada lagi subsidi BBM," kata Sandiaga Uno ditemui di Sudirman Tower Condominium, Jumat (21/3/2014).

(drk/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads