Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengkritik program pengendalian dan pembatasan BBM yang dilakukan Kementerian ESDM yang tidak berjalan. Namun Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo meyakini, program pengendalian dan pembatasan BBM subsidi yang dilakukan Kementerian ESDM berhasil.
"Indikator kita kuota BBM subsidi tidak jebol, tahun lalu kuota ditetapkan sebesar 48 juta kilo liter, dan nyatanya tidak jebol kan," ujar Susilo ditemui di Kantor Kementerian ESDM, seperti dikutip Minggu (23/3/2014).
Seperti diketahui realisasi penyaluran BBM subsidi pada 2013 total mencapai 46,295 juta kilo liter dari kuota yang ditetapkan dalam APBN 48 juta kilo liter. Tahun ini kuota yang ditetapkan sama dengan tahun lalu yakni 48 juta kilo liter.
Susilo mengungkapkan, kementerian ESDM telah berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai programnya, agar BBM subsidi tidak melebih kuota yang ditetapkan dalam APBN.
"Pengendalian kita lakukan, pengawasan BBM subsidi terus kita lakukan, buktinya BPH Migas terus tangkapi orang yang menyalahgunakan BBM subsidi, kita juga kerjasama dengan kepala daerah yang berkuasa terhadap BBM subsidi," tutupnya.
Sebelumnya, Hatta mengungkapkan, konsumsi BBM subsidi sangat bergantung dari upaya pengendalian yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Seperti program pembatasan konsumsi BBM subsidi dan RFID sampai sekarang tidak jelas.
"RFID mana? Omdo (omong doang). Capek omdo terus. Pengendalian dan pembatasan mana," ujar Hatta Rabu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan belum lihat lagi progresnya," tegas Hatta.
(rrd/dru)











































