Target ini bagian dari penugasan dari pemerintah untuk mendorong percepatan program konversi ke gas melalui sambungan pipa gas dari rumah ke rumah dan penggunaan komersial lainnya.
"Dalan 5 tahun ke depan kita akan membangun 27 kota di Indonesia yang dekat dengan sumber gas seperti Blora, Cirebon, Bekasi, dan lainnya. Targetnya 2 juta pelanggan," kata Dirut PT Pertagas Hendra Jaya di sela-sela konferensi Gastech di Seoul, Korsel, Rabu (26/3/2014)
Pertagas saat ini mempunyai sedikitnya 12.000 pelanggan di kota-kota yang dekat dengan pusat gas seperti Jambi, Sengkang Sulawesi Selatan, dan Prabumulih Sumatera Selatan. Saat ini volume penggunaan gas di masing-masing kota sekitar 0,5 mmscfd per hari, targetnya akan meningkat hingga 250 mmscfd di satu kota pada lima tahun mendatang.
Selain layanan gas kota,Pertagas Niaga juga membidik pelanggan komersial lainnya seperti apartemen, hotel, restoran. Bahkan kini mulai ada kerjasama antara perseroan dengan perusahaan-perusahaan tambang terkait pemanfaatan LNG untuk truk-truk pertambangan di Kalimantan Selatan.
"Kita punya program LNG untuk perusahaan batu bara di Kalsel ada KPC, Adaro, Arutmin. Kita akan memasok LPG untuk truk-truk mereka. Ini sejalan dengan program pemerintah, menggunakan gas untuk transportasi," katanya.
Menurutnya pemanfaatan LNG bagi industri pertambangan sangat potensial, alasannya selain lebih bersih juga harga gas lebih murah daripada BBM solar dan sebagainya.
"Juga akan diterapkan di kereta. Kita juga ada pembicaraan dengan dirut Pelni, kapal-kapal Pelni akan pakai LNG, ini masih pilot project," katanya.
Sementara itu Direktur Utama PT Pertagas Niaga Jugi Prajugio menambahkan pihaknya masih menghitung total seluruh investasi pembangunan infrastruktur gas kota, sesuai target program hingga lima tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan keberadaan gas kota akan mendorong sektor properti. Alasannya adanya fasilitas gas kota dalam suatu kawasan perumahan akan menjadi posisi tawar pengembang properti kepada konsumennya. Menurutnya memasok harga gas di perumahan kelas atas, dibolehkan menetapkan harga gas jauh lebih mahal hingga 2 kali lipat dari harga gas untuk rumah tangga biasa.
"Summarecon dan Sinar Mas sudah mulai. Ini bisa menjadi nilai jual bagi penjual," katanya.
(hen/ang)










































