Produksi minyak Indonesia saat ini hanya sekitar 795.000 barel/hari. Tidak heran impor BBM dan minyak terus meningkat.
"Saya tiap minggu dapat laporan dari Dirjen Migas (Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi), impor kita sekarang itu sudah mencapai 500.000 barel/hari-600.000 barel/hari untuk BBM (premium, solar, pertamax)," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswwoutomo di acara Forum Bisnis Commpressed Natural Gas (CNG) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Sementara, produksi minyak mentah nasional saat ini rata-rata hanya mencapai 795.000 barel per hari, sementara kapasitas kilang minyak dalam negeri mencapai 1 juta barel. Akibatnya agar pasokan minyak mentah ke kilang sesuai kapasitasnya, impor minyak mentah pun makin meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susilo menambahkan, untuk mengurangi impor minyak dan BBM ini, jalannya adalah segera konversi BBM ke BBG.
"Makanya impian kita seperti dalam Catur Dharma Energi, mengurangi ketergantungan impor BBM, salah satunya kita pindah dari BBM ke BBG. Caranya, pemerintah beri alokasi gas yang banyak, untuk transportasi alokasi gasnya berlimpah, SPBG harus diperbanyak, jadi orang yakin untuk pindah ke BBG, karena cari SPBG nya mudah. Pakai gas itu bersih dan hemat, harga gasnya murah, lebih murah daripada BBM," tutupnya.
(rrd/dru)











































