MS Hidayat Sebut Mobil Dual Fuel Lebih Mahal 50%

MS Hidayat Sebut Mobil Dual Fuel Lebih Mahal 50%

- detikFinance
Rabu, 02 Apr 2014 11:37 WIB
MS Hidayat Sebut Mobil Dual Fuel Lebih Mahal 50%
Jakarta - Gagasan pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) soal pengembangan kendaraan mobil dual fuel yang bisa pakai gas dan BBM ditanggapi Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat. Namun kendaraan jenis ini jauh lebih mahal 50% daripada kendaraan konvensional yang hanya memakai teknologi bahan bakar minyak.

"Mobil dual fuel harganya 50% lebih mahal. Ini karena teknologinya belum ketemu yang murah," kata Hidayat, ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Rabu (2/4/2014).

Hidayat juga menekankan sebelum produsen diminta memproduksi mobil dual fuel, infrastruktur gas seperti SPBG harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pihak kementerian ESDM dan Kemenkeu ingin sekali gagasan ini segera bisa terwujud tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Juga infrastruktur gas mesti disiapkan dulu, kalau teknologinya sudah ketemu mobil pasti lebih murah. Dibeberapa negara sudah ada mobil dual fuel, tapi mereka mentolerir harga mobilnya lebih mahal. Kita kan nggak bisa," ucap Hidayat.

Sebelumnya, Ketua Tim Percepatan Konversi BBM ke BBG Kementerian ESDM Wiratmadja Puja mengungkapkan, pemerintah akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Isinya yakni mandatori kepada produsen mobil di Indonesia agar memproduksi mobil dual fuel.

Dari sisi Kementerian ESDM sendiri sudah menyiapkan suplai gas sebanyak 30 juta kaki kubik per hari (mmscfd) namun dari seluruh SPBG yang ada saat ini baru terserap 3 mmscfd.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads