Menteri-menteri tersebut ternyata menyusun roadmap terkait pembangunan pabrik pemurnian mineral (smelter). Dalam waktu 1 minggu roadmap tersebut ditargetkan sudah selesai dan bisa menjadi acuan bagi perusahaan tambang mineral yang sedang membangun smelter.
"Ini tadi (rapat) membahas persoalan smelter. Smelter harus dibangun. Nah kalau sudah ada yang mau bangun smelter, dibikin roadmapnya seperti apa, saya minta siapkan satu minggu, minggu depan laporkan dalam rakor, kita putuskan," kata Hatta di kantornya, Selasa (2/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu muatan roadmap tersebut memuat uang jaminan pembangunan smelter, misalnya bank garansi harus ada, masuk ke escrow account. Karena kalau nggak ada bank garansi tentu nggak berani bergerak, harus ada. progress pembangunannya juga diukur," kata Hatta.
Saat ini sebanyakk 28 perusahaan berencana membangun smelter. Ditargetkan tahun depan sudah ada 10 smelter yang beroperasi dari 28 perusahaan tersebut. PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara juga menggandeng PT Smelting, Indovasi, dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk membangun pabrik smelter tembaga yang akan mengolah produksi konsentrat mereka.
(rrd/dnl)











































