Direktur Pembinaan Program Migas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM Naryanto Wagimin menjelaskan, impor BBM dan minyak mentah dari negara mana pun termasuk Andorra, merupakan hal yang biasa.
"Itu biasa, semuanya biasa, Andorra juga bukan negara kecil," ujar Naryanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (9/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, negara ini tidak memproduksi BBM. Ekspornya fokus di komoditi rokok dan furnitur. Justru negara Andorra ini melakukan impor BBM juga, selain makanan dan listrik.
"Itu yang jual (ekspor BBM) bukan negaranya, tapi bendera yang jual BBM itu. Jadi BBM dipasar itu dikuasai oleh kartel minyak," ungkapnya.
Naryanto mengungkapkan, para kartel-kartel minyak tersebut mencari negara-negara yang memberikan pajak kecil untuk setiap BBM dan minyak mentah yang dijualnya, salah satunya Andorra.
"Para kertel minyak itu menggunakan negara-negara yang pajaknya kecil atau bebas pajak," tutupnya.
Pada Februari 2014, Indonesia mengimpor BBM dari Andorra sejumlah 7.768 ton atau US$ 8,4 juta. Catatan BPS menyebutkan, sebelumnya tidak pernah ada catatan Indonesia mengimpor BBM dari Andorra. Catatan BPS jenis BBM yang diimpor adalah other motor spirit.
Selama ini, Indonesia banyak mengimpor BBM dari negara tetangga yaitu Singapura. Di Februari 2014, Indonesia tercatat mengimpor BBM 795 ribu ton atau senilai US$ 842,4 juta dari Singapura.
(rrd/rrd)











































