Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengungkapkan, kuota BBM subsidi tahun ini ditetapkan sebanyak 48 juta kilo liter. Jumlah tersebut diberikan ke Pertamina sebanyak 47,36 juta KL atau 99,6%, sisanya diberikan 2 penyalur pendamping yakni AKR Corporindo dan SPN.
"Dari 47,36 juta KL itu, untuk premium sebanyak 32,32 juta KL, solar subsidi 14,14 juta KL, dan minyak tanah 0,9 juta KL," kata Hanung di acara APKASI Green Energy and Mining Investment Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanung menegaskan, menjelang akhir tahun ini Pertamina akan melakukan pembatasan BBM subsidi. Ini bukan menandakan kinerja Pertamina tidak beres, tapi karena kuotanya tidak cukup.
"Jadi jangan kaget jika nanti Pertamina membatasi penyaluran solar di SPBU, jatahnya tidak ditambah. Kalau Pertamina menyalurkan BBM subsidi melebihi kuota yang ditetapkan APBN, itu kelebihannya tidak akan dibayar pemerintah," tandasnya.
(hds/hds)











































