Berdasarkan Surat PT Pertamina (Persero) nomor 176/C00000/2014-SE ke BPH Migas, yang dikutip detikFinance, Minggu (20/4/2014), program pemasangan RFID akan dilanjutkan ke Kalimantan, Batam, dan Bali.
"Sesuai rencana yang disampaikan PT Inti, pengembangan (RFID) akan dilanjutkan ke wilayah Kalimantan, Batam dan Bali yang akan direncanakan dapat selesai hingga akhir Desember 2014 dan secara nasional direncanakan akan selesai pada Mei 2015," tulis Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan dalam surat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk jumlah SPBU yang akan dipasang di wilayah Batam mencapai 32 SPBU, Bali sebanyak 180 SPBU, Kalimantan Barat 88 SPBU, Kalimantan Selatan 76 SPBU, Kalimantan Tengah 39 SPBU, dan Kalimantan Timur sebanyak 73 SPBU.
Sementara itu, untuk jumlah kendaraan yang ditargetkan terpasang RFID untuk Batam sebanyak 642.635 unit kendaraan, Bali sebanyak 2,7 juta unit lebih kendaraan, Kalimantan Barat 1,2 juta lebih kendaraan, Kalimantan Selatan 1,3 juta lebih kendaraan, Kalimantan Tengah 725.969 unit kendaraan, dan Kalimantan Timur sebanyak 1,6 juta unit kendaraan.
Dalam surat tersebut Karen mengungkapkan, kendala utama dari program Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMP BBM) adalah masalah keuangan.
"PT Inti selaku pelaksana proyek SMP BBM meminta amandemen kontrak khususnya penyesuaian harga akibat naiknya kurs dolar yang berakibat pada naiknya biaya pengadaan peralatan yang sebagian besar diimpor," tulis Karen dalam surat tersebut.
(rrd/hen)











































