Melihat potensi tersebut, banyak negara ingin berinvestasi di panas bumi seperti Turki dan Uni Emirat Arab (UEA). Bahkan Turki sudah memborong beberapa wilayah potensi panas bumi di Indonesia.
"Turki itu sudah borong sekaligus 6 wilayah panas bumi untuk melakukan PSO/penugasan survei pendahuluan. PSO ini seperti melihat geomagnetik di lokasi tersebut seperti apa, lalu dilaporkan ke kita (EBTKE). Jika ada potensi dan menjadi WKP (wilayah kerja), perusahaan Turki yang melakukan PSO akan mendapat prioritas utama mendapatkan WK tersebut," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana kepada detikFinance, Kamis (17/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (UEA) meminta saya datang ke sana, mereka tidak punya pengalaman di bidang panas bumi, makanya minta penjelasan, mereka punya dana besar dan milihat potensi besar di Indonesia disektor energi baru terbarukan," kata Rida.
Lantas di mana saja paling banyak potensi panas bumi di Indonesia?
- Sumatera memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 12.760 Mwe
- Jawa memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 9.717 Mwe
- Bali-Nusa Tenggara memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 1.805 Mwe
- Kalimantan memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 1.45 Mwe
- Sulawesi memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 3.044 Mwe
- Maluku memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 1.071 Mwe
- Papua memiliki potensi panas bumi untuk dijadikan listrik sebesar 75 Mwe
(rrd/dnl)











































