Kerjasama PLN dengan TII ini telah dilakukan sejak 2012. Namun hari ini dilakukan perpanjangan kerjasama tersebut oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor TII, Blok S, Jakarta, Selasa (22/4/2014).
"Saya merasakan manfaat yang sangat besar dengan kerjasama. Kerjasama ini menjadi faktor mempermudah resistensi di PLN, artinya direksi PLN tidak main-main, jadi sungguh-sungguh kerjasama dengan lembaga terkenal dalam hal pemberantasan korupsi, jadi ada keseganan untuk menyerang PLN di awal-awal. Seandainya PLN gerakan korupsi sendirian, maka dari dalam dan luar serangannya keras," tutur Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nur Pamudji, saat ini sudah banyak perubahan yang dilakukan oleh PLN terkait perbaikan tata kelola perusahaan. "Dulu direksi PLN tidak tahu berapa uang kas yang dimiliki, sekarang sudah tahu, real time, sudah mengalirkan lebih dari Rp 15 triliun per bulan dengan sebuah sistem jadi sistem itu tidak bisa dihancurkan, tidak bisa roll back," papar Nur.
Bahkan, ujar Nur, sekarang PLN sudah mengetahui kepada siapa subsidi listrik yang diberikan oleh negara. Kemudian untuk pengadaan barang dan jasa, PLN juga ingin memberantas korupsi atau kolusi yang terjadi.
"Kerjasama ini sebelumnya berakhir Maret 2014 kembali saya menemui TII. Minta restu untuk memperpanjang kerjasama ini dan disetujui," jelas Nur.
Kemudian, Nur juga mengatakan, PLN ingin terus meningkatkan pelayanan ke pelanggan, sehingga segala keluhan bisa diatasi.
(dnl/hen)











































