Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan punya keinginan kuat untuk menjadikan PLN sebagai perusahaan modern. Tak lagi menjadi perusahaan yang tidak transparan. Apalagi transaksi para pelanggan PLN setiap bulan mencapai Rp 15 triliun.
"PLN kan ingin jadi perusahaan modern. Tidak ada yang tidak publikasi, semua prosedur transparan, tidak ada yang tidak bisa diakses. Transaksinya saja sebulan dari pelanggan Rp 15 triliun. Kalau sistem tidak bagus dan tidak bersih dari gratifikasi ya dampaknya akan buruk sekali ke masyarakat," tutur Nur usai menandatangani kerjasama pemberantasan korupsi dengan Transparansi Internasional Indonesia (TII) di Blok S, Jakarta, Selasa (2/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan jadi satu tahun ke depan sesuai UU. Skor 70%, jadi improving (perbaikan) semakin lama transparansi semakin baik," ujar Nur.
Menurut Nur Pamudji, saat ini sudah banyak perubahan yang dilakukan oleh PLN terkait perbaikan tata kelola perusahaan.
"Dulu direksi PLN tidak tahu berapa uang kas yang dimiliki, sekarang sudah tahu, real time, sudah mengalirkan lebih dari Rp 15 triliun per bulan dengan sebuah sistem jadi sistem itu tidak bisa dihancurkan, tidak bisa roll back," papar Nur.
(dnl/hen)











































