Ini 'Jurus' PLN Demi Cegah Krisis Listrik di Jawa 2017

Ini 'Jurus' PLN Demi Cegah Krisis Listrik di Jawa 2017

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2014 14:16 WIB
Ini Jurus PLN Demi Cegah Krisis Listrik di Jawa 2017
Jakarta -

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Barat, berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) baru akan beroperasi pada tahun 2019. Terlambat dua tahun dari target pemerintah untuk menghadapi krisis listrik tahun 2017.

Direktur Perencanaan dan Afiliasi PT PLN persero Murtaqi Syamsuddin telah menyiapkan upaya alternatif, meski tidak sampai bisa kekurangan listrik pada tahun 2017 dan 2018.

"Kita harus mencari alternatif sumber pasokan yang bisa dieksekusi cepat menggunakan lahan yang sudah ada," ungkap Murtaqi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai ada beberapa proyek yang mampu menambah pasokan listrik. Adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati, Jawa Timur; PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok.

Masing-masing mampu menghasilkan pasokan sebesar 400 MW. Sehingga totalnya adalah sekitar 1.200 MW atau masih kurang 800 MW dari yang seharusnya. Namun masih lebih baik dibandingkan dengan kekurangan 2000 MW.

"Kalau itu molor, mengatasi dengan tiga itu ya masih ada gap," sebutnya.

Tadinya ketiga proyek ini akan dimulai pada 2 dan 3 tahun mendatang. Namun dikarenakan kebutuhan yang mendesak, maka harus berjalan paralel mulai dari sekarang. Targetnya tahun 2017 bisa beroperasi.

"Ini bisa dalam 2,5-3 tahun proyeknya," ujar Murtaqi.

Proyek ini terpaksa menggunakan dana kas dari PLN sendiri. Masing-masing proyek memakan biaya sekitar US$ 400-500 juta. Meskipun dari sisi internal perusahaan, keuangan PLN masih terkendala.

"Kemampuan neraca PLN harus diperhitungkan apa kita bisa berhutang lagi karena tergantung internal debt PLN. Makanya margin itu penting untuk jaga cash flow PLN bisa ekspansi," paparnya.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads