"LNG kita berlimpah sekarang," kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (28/4/2014).
Johanes mengatakan meski punya cadangan berlimpah namun untuk mendistribusikan gas ke pengguna atau konsumen punya kendala infrastruktur yang minim. "Gas berlimpah tapi yang tidak cukup itu infrastrukturnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarangkan receiving terminal gas kan baru ada di Jawa Barat (FSRU Jawa Barat), sebentar lagi mungkin ada di Lampung (FSRU PGN) baru itu saja, terus sebentar lagi mungkin dari Arun itupun mungkin mundur 2015," katanya.
Johanes menegaskan semua receiving terminal gas di domestik sudah diberi kuota gas yang cukup dengan masing-masing kemampuan terminal gas.
"Pasokan sudah aman semua dengan kemampuan kita yang selama ini untuk memasok, sudah cukup, malah masih ada sisa. Kalau dialokasikan gas lebih tidak ada yang menerima kan susah nanti," tegasnya.
Bahkan Johanes mengungkapkan, hingga pada 2018 nanti pasokan gas di domestik berlebih hingga 20 kargo gas.
"Hitungan kita sampai 2018 nanti kita masih kelebihan 20 kargo gas, kalau kelebihan pastinya kita harus jual, diekspor, kalau tidak kita yang disalahkan tidak mengelola dengan baik," tutupnya.
(rrd/hen)











































