Tahun Ini, Anggaran Subsidi BBM Bisa Bengkak Sampai Rp 240 T

Tahun Ini, Anggaran Subsidi BBM Bisa Bengkak Sampai Rp 240 T

- detikFinance
Rabu, 30 Apr 2014 17:28 WIB
Tahun Ini, Anggaran Subsidi BBM Bisa Bengkak Sampai Rp 240 T
Jakarta - Anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) sangat sensitif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Bila rupiah melemah terus terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maka anggaran subsidi BBM akan bertambah.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan anggaran subsidi BBM 2014 ditetapkan sebesar Rp 210,7 triliun. Anggaran tersebut dibuat berdasarkan asumsi kurs Rp 10.500 per dolar AS. Bila sampai akhir tahun rata-rata kurs adalah Rp 11.500 per dolar AS, maka anggaran subsidi BBM bisa menjadi sekitar Rp 240 triliun.

"Kalau deviasinya Rp 100, tambahan defisit US$ 300 juta. Kalau selisihnya Rp 1.000 kan US$ 3 miliar. Jadi ada tambahan defisit Rp 30 triliun," katanya pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2014, pemerintah memproyeksikan rupiah akan berkisar pada Rp 11.500-12.000 per dolar AS. Sedikit berada di atas asumsi makro APBN 2014 yang sebesar Rp 10.500.

Realisasi rata-rata kurs sampai Februari 2014 adalah Rp 12.057 per dolar AS. Namun Chatib menilai nantinya rupiah berpeluang menguat.

Acuannya adalah neraca perdagangan yang surplus setiap bulannya. Defisit transaksi berjalan pun juga diperkirakan akan berada di bawah 3% PDB.

BBM adalah komoditas yang memiliki risiko besar dan cukup sensitif akan pengaruh situasi eksternal. Terutama bila harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah bergerak.

Dalam Nota Keuangan disebutkan, setiap depresiasi atau pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebesar 5%, maka anggaran subsidi BBM akan bertambah Rp 20,3 triliun.

Kemudian faktor selanjutnya adalah, harga minyak dunia. Bila harga minyak naik sebesar 5%, maka anggaran subsidi BBM yang akan bertambah adalah Rp 16,6 triliun.

Β 
(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads