"Perusahaan Austria di bidang PLTA itu sudah di mana-mana, termasuk di Indonesia. Dia sudah bangun pembangkit tenaga air bahkan sebelum Indonesia merdeka, sejak zaman Belanda," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Nur mengatakan, sebagian besar pasokan listrik di Austria saat ini berasal dari tenaga air (hydro power). "Jadi 60% kebutuhan listrik di sana dari tenaga hidro," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 600 staf-nya itu sebagian besar orang-orangnya warga negara Indonesia, dan mereka disekolahkan ke luar negeri, setelah lulus ditempatkan di Papua, di NTT (Nusa Tenggara Timur) untuk mengembangkan listrik tenaga air," ujarnya.
Vice President Director Andritz Hydro Ichjar Musa menambahkan, beberapa PLTA yang sejak zaman dulu ada yakni PLTA Cirata, PLTA Musi, dan banyak lagi.
"Kita di sini itu hanya sebagai penggunaan teknologinya saja, kita tidak boleh jadi IPP-nya (kontraktor pembangkit), yang boleh jadi IPP hanya pengusaha lokal," katana.
Ichjar menambahkan, perusahaannya akan lebih banyak investasi di bidang hydro power, mulai dari irigasi, danau, sungai, dan gelombang laut.
"Semuanya memiliki potensi dijadikan listrik, di Indonesia sangat banyak sekali," tutupnya.
(rrd/dnl)











































