"Pada 2025 itu kalau kita gagal dari sekarang dalam mendorong eksplorasi dan eksploitasi alias pengeboran minyak, kita akan akan menjadi negara paling besar dalam impor energi atau minyak di kawasan Asia Pasifik," tegas Ketua IPA Lukman Mahfoedz ditemui di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Lukman menambahkan, tanpa ada pengeboran dari sekarang maka Indonesia akan sulit mendapatkan minyak dalam 10-15 tahun yang akan datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tambah Lukman, sayangnya iklim investasi minyak dan gas bumi di Indonesia banyak menemui hambatan. Mulai dari perizinan, lahan, dan sebagainya. Ini membuat banyak proyek minyak dan gas bumi tidak jadi terlaksana.
"Salah satu buktinya realisasi pengeboran sampai April tahun ini masih 10-15% saja, sangat minim. Kami tegaskan kami perusahaan minyak tidak suka impor, kami ingin meningkatkan terus produksi minyak. Tapi kalau iklim investasinya terus banyak kendala, suka tidak suka pasti impor karena 2025 kebutuhan energi per kapitas masyarakat Indonesia itu meningkat tiga kali lipat dari sekarang," papar Lukman.
Β
(rrd/hds)











































