"Zaman Ibnu Sutowo dulu, investor mendapat jaminan investasi di bidang oil and gas," ucap Wakil Ketua Indonesian Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah ditemui di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, SCBD, Senin (5/5/2014).
Sammy mengatakan, hal ini membuat investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia, sehingga proyek-proyek pengeboran untuk mencari minyak dan gas bumi berjalan lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya proses yang harus dilewati menyebabkan banyak proyek-proyek minyak dan gas bumi mulai dari perencanaan, eksplorasi, hingga menjelang produksi memakan waktu yang sangat panjang.
"Seperti proyek Tangguh (BP di Papua), memakan waktu 16 tahun. Donggi Senoro 16 tahun, Masela 17 tahun, dan Banyu Urip 10 tahun," kata Sammy.
Padahal, lanjut Sammy, Indonesia sangat membutuhkan cadangan minyak baru. "Asal tahu saja saat ini tingkat penemuan cadangan minyak baru dari yang stok produksi minyak di Indonesia tahun 2013 hanya 46,6%. Artinya cadangan minyak kita makin berkurang bukan malah bertambah," ucapnya.
(rrd/hds)











































