Sektor Migas RI Masih Butuh Investor Asing

Sektor Migas RI Masih Butuh Investor Asing

- detikFinance
Senin, 05 Mei 2014 18:29 WIB
Sektor Migas RI Masih Butuh Investor Asing
Jakarta - Produksi minyak Indonesia saat ini masih di bawah 840.000 barel per hari. Untuk meningkatkannya dibutuhkan investasi yang sangat besar. Oleh karena itu, sektor migas di Indonesia masih membutuhkan investor asing karena kemampuan domestik saja belum memadai.

"Indonesia masih memiliki potensi yang cukup bagus di bidang oil and gas khususnya di Asia Pasifik. Namun agar investor makin tertarik, Indonesia harus bersaing dengan berbagai negara," ucap Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz, ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Lukman mengungkapkan, salah satu cara agar investor makin banyak yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia adalah dengan upaya promosi. Hal ini yang menjadi latar belakang IPA menyelenggarakan pameran berskala besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini kita kembali adakan IPA Convention and Exhibition ke-38, dengan tema 'Starengthening Partnerships to Enhance Indonesia's Energy Resilience and Global Commpetitiveness'. Diadakan di Jakarta Convention Center pada 21-23 Mei 2014" katanya.

Acara ini, lanjut Lukman, merupakan salah satu ajang promosi Indonesia untuk menarik minat investor di sektor migas.

"Potensi minyak kita yang komersial masih mencapai 45,5 miliar barel. Berdasarkan data IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), cadangan minyak Indonesia yang digali baru mencapai 16%, masih banyak potensi lainnya terutama di laut dalam," terang Lukman.

Namun, Lukman menyataka bahwa untuk saat ini produksi minyak di Indonesia memang masih sulit mencapai 840.000 barel per hari. "Kita sadari itu tidak mudah, banyak hambatan. Kalau kita tidak tambah produksi minyak, impor makin banyak. Saat ini saja untuk impor BBM dalam sehari uang yang dibutuhkan mencapai US$ 150 juta, itu luar biasa tinggi," paparnya.

Β 


(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads