Total E&P Gagal, Perusahaan Migas Malaysia Sukses Temukan Gas di Papua

Total E&P Gagal, Perusahaan Migas Malaysia Sukses Temukan Gas di Papua

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2014 12:07 WIB
Total E&P Gagal, Perusahaan Migas Malaysia Sukses Temukan Gas di Papua
Jakarta - Para perusahaan minyak dan gas (migas) yang mencari minyak dan gas di Indonesia banyak yang gagal. Namun perusahaan asal Malaysia justru sukses menemukan gas sebanyak 6 triliun kaki kubik (TCF) di Papua.

"Hambatan eksternal dalam eksplorasi saat ini sangat banyak. Sehingga angka pengeboran atau eksplorasi saat ini belum mengembirakan. Dari rencana pengeboran sebanyak 206 sumur tahun ini baru 33 sumur yang dibor," kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko ditemui di City Plaza, Rabu (7/5/2014).

Widjonarko mengungkapkan, apalagi sampai saat ini penemuan cadangan minyak baru tidak ada, sekarang sulit untuk menemukan minyak seperti di Lapangan Minas dan Duri (Chevron). Namun ada yang cukup mengembirakan dengan ditemukannya cadangan gas bumi baru di Papua sebanyak 6 TCF oleh perusahaan Genting Oil yaitu perusahaan Migas asal Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Papua yang ditemukan Genting ada 2 struktur gas sebanyak 6 TCF. Ada 1 struktur lagi yang ditemukan mengindikasikan adanya minyak bumi," ucapnya.

"Ini peluang cukup baik bagi investor untuk mendalami lagi kondisi di Papua, sehingga bisa jadi daya tarik agar investor ke sana," tutup Widjonarko.

Namun, walau Genting Oil berhasil mendapatkan Migas di Papua, kondisi terbalik dialami perusahaan asal Prancis yakni Total E&P Indonesie. Total gagal total karena sumur yang dibor di wilayah Anggrek Hitam, Papua kering alias tidak menghasilkan minyak atau gas bumi.

"Total di Papua gagal total, sumur yang dibor kering," ucap Deputi Pengendalian Komersial Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja.

Sebelumnya, Pada 2013, Total membor sekaligus dua sumur eksplorasi di Anggrek Hitam, Papua dan Tongkol, Selat Makassar. Keduanya tidak memberikan hasil.

"Sumur Anggrek Hitam 'dry hole' (kosong), sementara Tongkol tidak ekonomis,” kata Kepala Departemen Hubungan Media Total Kristanto Hartadi. Akibatnya, Total merugi hingga US$ 80 juta.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads