"Kita bisa memetik pelajaran yang berharga saat mengurangi subsidi minyak tanah. Pemerintah menyiapkan elpiji 3 kg, jadi masyarakat langsung beralih. Itu harus dipelajari oleh pemerintahan baru," kata Direktur Divisi Energi, Sumber Daya Mineral dan Pertambangan Bappenas, Montty Girianna kepada detikFinance, Jumat (9/5/2014).
Dari langkah itu, Montty menilai pemerintah memiliki kebijakan dengan komitmen yang kuat. Pemerintah memberikan sinyal yang positif kepada masyarakat, di mana tersedianya alternatif bahan bakar yang lebih efisien dari yang sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, lanjut Montty, penyaluran elpiji ke seluruh daerah juga dilakukan. Pemerintah mempercayakan PT Pertamina dalam penyalurannya.
"Pertamina menjadi backbone kebijakan. Bagaimana koordinasi pemerintah dengan Pertamina, sehingga mereka menyiapkan tabungnya, distribusi, dan segala macam," sebut Monty.
Kebijakan ini, tambah Montty, didukung penuh oleh pemerintah melalui komando Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, JK berhasil mengkoordinasikan semua pihak soal kebijakan konversi dari minyak tanah ke elpiji.
"Jadi kalau bisa pemerintahan yang baru harusnya seperti itu. Strong leadership, komitmen yang kuat sehingga diketahui oleh masyarakat luas," tegasnya.
Pemerintahan mendatang, demikian Montty, bisa menjadikan konversi minyak tanah ke elpiji sebagai referensi jika ingin mengurangi subsidi BBM.
"Dilihat, dievaluasi, di-explore, dan kemudian strateginya diperbaiki dan dijalankan untuk kebijakan BBM," tuturnya.
Β
(mkl/hds)











































