Ini Tanggapan Total E&P Soal Hasil Eksplorasi di Papua

Ini Tanggapan Total E&P Soal Hasil Eksplorasi di Papua

- detikFinance
Jumat, 09 Mei 2014 17:55 WIB
Ini Tanggapan Total E&P Soal Hasil Eksplorasi di Papua
Jakarta - Total E&P Indonesie menanggapi pernyataan Deputi Pengendalian Komersial Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja soal eksplorasi Total E&P di sumur Anggrek Hitam 1X Papua yang tak membuahkan hasil.

Head of Media Relations Department Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi menanggapi pernyataan Widhyawan Prawiraatmadja yang dimuat dalam artikel detikFinance 7 Mei 2014 lalu. Dalam artikel tersebut juga, sempat diungkapkan keberhasilan Genting Oil melakukan eksplorasi di Papua.

Berikut pernyataan dan tanggapan resmi dari Total E&P Indonesie:



  • Total E&P pada 2013 mengebor 2 sumur eksplorasi yakni Anggrek Hitam 1X di Blok Southwest Bird Head (SWB) di Papua Selatan, dan Sumur Tongkol 1X di Blok Southeast Mahakam di Selat Makassar, hal itu memang sudah diprogramkan dan merupakan pemenuhan komitmen kami dalam mendukung upaya Pemerintah RI mencari dan menambah cadangan minyak dan gas nasional. Pada pengeboran di kedua sumur eksplorasi tersebut hasil yang didapat tidak seperti yang diharapkan, sehingga kegiatan eksplorasi dihentikan. Meski demikian, tidak dapat dikatakan bahwa Total E&P gagal total, karena kami telah melaksanakan kegiatan eksplorasi tersebut dengan komitmen penuh.
  • Tidaklah tepat membandingkan keberhasilan Genting Oil mendapatkan minyak dan gas di Papua dengan hasil negatif yang kami alami di Blok SWB. Dapat kami sampaikan bahwa di sumur eksplorasi Anggrek Hitam 1X kami telah mengebor dan menemukan reservoir yang cukup besar, namun sayangnya di reservoir tersebut tidak ditemukan hidrokarbon, sehingga kegiatan eksplorasi dihentikan. Keberhasilan sebuah perusahaan menemukan migas di suatu blok tidak dapat dibandingkan dengan hasil negatif yang dialami perusahaan lain di blok berbeda secara apple to apple, mengingat lapisan dan formasi batuan yang dibor tidak sama, meski lokasi keduanya relatif berdekatan.
  • Dalam industri hulu migas, kegiatan eksplorasi selalu penuh risiko dan mahal, namun sebagai sebuah perusahaan yang telah beroperasi lebih empat dekade di Indonesia dan mengelola belasan blok eksplorasi, Total E&P Indonesie sampai kini memegang komitmennya dan aktif mengadakan kegiatan eksplorasi, yang artinya kami masih mau mengambil risiko tinggi bereksplorasi di Indonesia.
  • Soal informasi Total E&P mengalami kerugian US$ 80 juta. Ia menjelaskan bahwa dana itu biaya besar yang dikeluarkan dalam kegiatan eksplorasi, meski hasilnya negatif, merupakan risiko yang telah diperhitungkan dan bukan sebagai kerugian.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads