Penyelundup BBM Subsidi Masih Marak, Dari Ibu-Ibu Hingga Nelayan

Penyelundup BBM Subsidi Masih Marak, Dari Ibu-Ibu Hingga Nelayan

- detikFinance
Senin, 12 Mei 2014 14:53 WIB
Penyelundup BBM Subsidi Masih Marak, Dari Ibu-Ibu Hingga Nelayan
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi terutama solar masih marak terjadi. Modus yang dilakukan mulai dari darat hingga di laut

"Disparitas BBM subsidi itu masih lebar, masih banyak yang nekat, karena untungnya masih besar," ucap Anggota Komite BPH Migas, Ibrahim Hasyim kepada detikFinance, akhir pekan lalu.

Ibrahim mengatakan, penyalahgunaan BBM subsidi, sering terjadi di laut, karena wilayahnya luas sehingga menyulitkan pengawasan. Bahkan kapal-kapal niaga seperti angkut barang hingga kapal nelayan skala besar yang berburu BBM subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sering terjadi di laut, permintaannya cukup banyak karena kapal niaga kan tidak boleh pakai BBM subsidi," katanya.

Ia mengungkapkan, modusnya para nelayan yang bisa mendapatkan solar subsidi, menimbun solar yang dibelinya, kemudian jika sudah banyak lalu dijualnya ke kapal niaga.

"Untung se-liternya Rp 5.000, 1 drum saja dikumpulkan kan sekitar 200 liter, sudah Rp 1 juta untungnya, nelayan malah malas ngelaut mending jual solar subsidi saja untungnya sudah jelas," ucapnya.

"Ada lagi modusnya, tiap ada kapal yang selesai isi solar subsidi pasti ada kapal yang mengikuti di belakangnya, nanti itu turun 1-2 drum BBM, begitu modusnya," tambahnya.

Saat ini solar subsidi masih boleh dinikmati oleh Kapal Pelni, ASDP, kapal perintis dan pelayaran rakyat yang jatahnya ditetapkan ke BPH Migas. Pelni saat ini hanya bisa mengisi solar subsidi di 6 pelabuhan yang sudah ditentukan.

Tidak hanya di laut, di darat pun juga banyak penyelewengan BBM subsidi, karena industri juga saat ini tidak boleh pakai solar subsidi.

"Paling kecil modusnya yang sering dilakukan ibu-ibu, beli solar di SPBU 25 liter, itu dikumpulin sampai 1 drum, nanti ada saja mobil yang angkut itu drum yang berisi BBM subsidi," tutupnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads