Tahun 2016, Kondisi Kelistrikan Jawa Terancam 'Lampu Kuning'

Tahun 2016, Kondisi Kelistrikan Jawa Terancam 'Lampu Kuning'

- detikFinance
Rabu, 14 Mei 2014 07:50 WIB
Tahun 2016, Kondisi Kelistrikan Jawa Terancam Lampu Kuning
Jakarta - Saat ini kondisi kelistrikan di Jawa-Bali masih surplus. Dari pasokan listrik sebesar 31 ribu megawatt (MW), yang digunakan baru 23.200 MW. Namun di 2016, kondisi listrik bakal 'lampu kuning' atau terancam krisis.

Direktur Operasional Listrik Jawa, Bali, dan Sumatera PLN Ngurah Adnyana mengatakan belum adanya pasokan tambahan dari pembangkit-pembangkit listrik baru membuat 'lampu kuning' sektor listrik di Jawa-Bali makin nyata.

"Nanti 2016 kalau tidak ada tambahan pasokan, bisa jadi 'lampu kuning,. Tapi sudah ada beberapa langkah yang kami lakukan, di antaranya pembangkit listrik Grati dan Muara Karang akan kita tambah kapasitasnya," jelas Adnyana kepada detikFinance, Selasa malam (13/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ujar Adnyana, masalahnya adalah ketersediaan anggaran investasi PLN. Ini yang menjadi perhatian pihak PLN, agar krisis listrik tidak terjadi.

Belum lagi, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah, yang merupakan pembangkit terbesar di ASEAN berkapasitas 2.000 MW, saat ini terancam molor karena permasalahan lahan.

"PLTU Batang sangat vital, karena setiap tahun kita perlu tambahan 1.500 MW dan Batang itu 2.000 MW. Itu saja Batang hanya mampu menampung setahun. Rencananya 2016 sudah beroperasi tapi sepertinya mundur. Ini bisa saja terjadi kondisi lampu kuning," tegas Adnyana.

Kondisi ini memang harus diantisipasi pemerintah, karena tiap tahun pertumbuhan permintaan listrik di Jawa-Bali bisa mencapai 7%. Angka ini dianggap cukup besar.

Tapi, ujar Adnyana, sejumlah halangan dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan masih menghadang. Adapun hadangan utamanya adalah investasi dan pembebasan lahan yang sulit. Untuk Jawa akan ada tambahan listrik dari PLTU Tanjung Awar-Awar dan PLTU Adipala, sebagai bagian dari pembangunan proyek pembangkit 10 ribu MW.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, Pulau Jawa terancam krisis listrik beberapa tahun mendatang.

Sofjan mengakui PLN punya keterbatasan untuk melakukan investasi infrastruktur kelistrikan untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik beberapa tahun ke depan.

"Alasan PLN ini selalu di luar perkiraan, padahal mereka tahu betul listrik kita ini sudah lampu kuning, ini kalau tak disiasati oleh pemerintah, 2 tahun lagi kelistrikan kita bisa jebol (krisis listrik)," kata Sofjan

Sebagai pengusaha, Sofjan tak bisa berbuat banyak terhadap pemadaman listrik yang menimpa dunia usaha. "Memang kita mau komplain, tapi PLN selalu ada alasan ini kejadian yang tak bisa diperkirakan terjadi," katanya.

Ia mengatakan pemadaman listrik yang terjadi dua hari di Tangerang dan Jakarta tentunya merugikan pelanggan termasuk pelaku industri. Menurutnya kerugian pengusaha tak hanya dari sisi materil karena pabrik berhenti sementara.

"Tentunya kerugian sangat besar, ada kerugian materil pabrik setop, dan kerugian imateril seperti kemacetan," katanya.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads