"Kerugian industri khususnya di kawasan Tangerang dan ada sebagian di Jakarta tidaklah terlalu besar," kata Manajer Distribusi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bob Saril dihubungi detikFinance, Rabu (14/5/2014).
Bob mengungkapkan, apalagi PLN sudah memberikan pengumuman pemadaman listrik sehari sebelum pemadaman, dan meminta pengusaha untuk menyiapkan pembangkit listrik sendiri (genset) untuk mengantisipasi pemadaman bergilir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dari industri puluhan industri yang terkena pemadaman kemarin, memang ada 1 industri yang mendapatkan perlindungan khusus dan tidak mengalami pemadaman listrik.
"Ada 1 industri di Cengkareng di bidang tekstil tidak kita padamkan listriknya, karena dia pelanggan premium, tarif listriknya juga berbeda, lebih mahal daripada industri lainnya," ungkapnya.
Bob mengakui, kerugian industri yang dalam dua hari terakhir mengalami pemadaman listrik, per jamnya sekitar Rp 1,5 juta, karena harus menggunakan genset.
"Tarif listrik industri kan jauh lebih murah, selisihnya dari bangkitkan sendiri menggunakan genset itu sekitar Rp 1.500/kWh, kalau kapasitas penggunaan 1 MW per jam maka kerugiannya sekitar Rp 1,5 juta per jam. Kita kan padamkan listrik tiap pelanggan maksimal hanya 3 jam," tutupnya.
(rrd/hen)











































