"Kesepakatan harganya US$ 8 sen-US$ 11 sen/kWh, itu hasil gebrak meja Pak Dahlan Iskan, hingga nanti akan dapat tambahan pasokan listrik sebanyak 750 MW (megawatt) dari proyek panas bumi Pertamina (PGE)," kata Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Tisnaldi di acara Workshop Media tentang Panas Bumi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/5/2014).
Namun Tisnaldi mengatakan, karena pembelian listrik hanya ke satu pihak yakni PLN dan itupun melalui penugasan, sehingga butuh waktu negosiasi. Berbeda dengan di sektor minyak dan gas bumi yang menggunakan skema bagi hasil, investornya makin giat produksi karena makin banyak produksi migasnya makin banyak pula hasil yang di dapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau tidak digebrak nggak jalan-jalan," tutupnya.
Berikut adalah rincian proyek :
- PJBU: Sungai Penuh Unit I dan II 2x55 MW (hulu) - baru masuk listriknya (COD) 2022
- PJBU: Hululais Unit I dan II 2x55 MW (hulu) baru COD 2019
- PJBL: Kotamobagu Unit I, II, III dan IV 4x20MW (hilir) - COD 2024
- PJBL: Lumut Badai Unit I dan II 2x55 MW - COD 2017
- PJBL: Lumut Badai III dan IV - COD 2022
- PJBL: Ulubelu Unit III dan IV - 2x55 MW - COD 2016
- PJBL: Kamojang Unit V 1x30 MW - COD 2015
- PJBL: Karaha 1x30 MW - COD 2017
- PJBL: Lahendong Unit V dan VI 2x20 MW - COD 2017
(rrd/dnl)











































