Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz mengatakan, era produksi minyak dan gas bumi mudah telah berakhir, karena sebagian besar minyak dan gas bumi yang ada di Indonesia kebanyakan berada di laut dalam.
"Era easy oil and easy gas (minyak dan gas mudah) sudah berakhir. Itu 75% migas ada di deep water," ucap Lukman dalam pembukaan The 38th IPA Convex 2014 di Jakarta Convention Center (JSS), Jakarta, Rabu (21/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biaya pengeboran makin tinggi, naik 5 kali lipat dalam 10 tahun terakhir, hal tersebut menyebabkan eksplorasi semakin sulit," ujarnya.
Ia menambahkan, apalagi selama 4 tahun terakhir tidak banyak cadangan minyak baru yang didapat di Indonesia.
"Dalam 4 tahun terakhir kita hanya nambah 8 juta barel setara minyak per penemuan minyak, sementara rata-rata negara lain tambah cadangan minyaknya mencapai 20-35 juta barel setara minyak per penemuan minyak," tutupnya.
(rrd/dnl)











































