Mantan Sekjen OPEC: Minyak RI Sudah Sedikit, Tapi Gas Masih Banyak

Mantan Sekjen OPEC: Minyak RI Sudah Sedikit, Tapi Gas Masih Banyak

- detikFinance
Rabu, 21 Mei 2014 15:15 WIB
Mantan Sekjen OPEC: Minyak RI Sudah Sedikit, Tapi Gas Masih Banyak
Jakarta - Indonesia dahulu pernah menjadi salah satu eksportir minyak bumi dan menjadi anggota OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries). Namun sejak 2003 Indonesia mulai rajin impor bahan bakar minyak (BBM) dan keluar dari anggota OPEC.

Mantan Seketaris Jenderal OPEC yang satu-satunya dari Indonesia Subroto mengungkapkan, Indonesia saat ini sudah tidak kaya minyak lagi, tetapi Indonesia memiliki banyak gas bumi.

"Founding fathers (pendiri bangsa Indonesia) tidak hanya membentuk Indonesia hanya sampai 2014, 2019, 2045 saja tetapi abadi, memang dulu migas kita berlimpah, tetapi sebelumnya sekarang ini minyak kita sudah sedikit, gasnya yang masih banyak," ucap Subroto yang juga mantan Menteri Pertambangan (Sekarang Menteri ESDM), di The 38th IPA Convex 2014, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (21/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subroto mengungkapkan, melihat banyaknya gas bumi saat ini, memang perlu menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan peranan gas guna pembangunan infrastruktur dalam jangka panjang.

"Kita memang ada biofuel dari kepala sawit, ini memang kebijakan yang penting, tapi biofuel tidak akan bisa menggantikan minyak seluruhnya, jangka pendek memang bisa untuk mengurangi subsidi," ucapnya.

Seperti diketahui produksi minyak Indonesia saat ini hanya mencapai 804.000 barel per hari, sementara kebutuhan BBM nasional mencapai 1,5 juta barel per hari.

Sedangkan cadangan minyak Indonesia yang tersisa hanya mencapai 3,7 miliar barel. Ini sangat kritis, pasalnya Indonesia belum juga mendapatkan cadangan minyak baru dalam jumlah besar.

Sebagai contoh, dari Blok Cepu ditemukan cadangan minyak baru yang diperkirakan dapat produksi mencapai 165.000 barel, namun mulai dari menemukan minyak sampai produksi di Blok Cepu membutuhkan waktu 10 tahun.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads