Namun hasilnya tidak efektif karena banyak pemilik mobil melepas stiker tersebut. Kini berselang hampir dua tahun, pemerintah mewacanakan kembali program stiker khusus untuk pengendalian BBM subsidi.
"Stiker yang ini beda, kalau yang lalu baca tulisannya apa? kendaraan ini tidak pakai BBM subsidi, artinya kendaraan yang terdapat stiker dikendaraanya tidak boleh membeli BBM subsidi," kata Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Edy Hermantoro ditemui di The 38th Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2014, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (21/5/2014).
Edy mengungkapkan, kegagalan program stiker oranye dua tahun lalu karena banyak yang melepas stiker agar bisa kembali pakai BBM subsidi. Sedangkan stiker baru yang akan dikeluarkan pemerintah yaitu bertuliskan 'Kendaraan Ini Boleh Menggunakan BBM Subsidi'.
"Artinya hanya kendaraan yang ada stiker tersebut yang boleh beli BBM subsidi di SPBU, kalau tidak ada stikernya ya tidak boleh," ucap Edy.
Pihaknya sudah menyurati BPH Migas terkait rencana program pemasangan stiker ini. Stiker tersebut dibuat khusus dan dikeluarkan oleh BPH Migas, Edy sangat optimistis, cara ini lebih efektif dibandingkan stiker BBM sebelumnya.
"Kita yakin efektif. (Kalau dipalsu?) Jangan berpikir yang negatif-negatif lah sama saudara sendiri, jangan berburuk sangka, apalagi kan kelihatan dari mobilnya juga mana yang boleh pakai BBM subsidi," tutupnya.
(rrd/hen)











































