Perusahaan Ini Siapkan Rp 120 T Ngebor Migas di Laut Dalam Makassar

Perusahaan Ini Siapkan Rp 120 T Ngebor Migas di Laut Dalam Makassar

- detikFinance
Kamis, 22 Mei 2014 16:13 WIB
Perusahaan Ini Siapkan Rp 120 T Ngebor Migas di Laut Dalam Makassar
Foto: Reuters
Jakarta - Perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS), Chevron Indonesia Company (Cico) menyiapkan dana hingga US$ 12 miliar atau sekitar Rp 120 triliun, untuk proyek pengeboran minyak dan gas bumi laut dalam di Selat Makassar.

"Jika ini berhasil, maka ini menjadi pengeboran laut dalam pertama di Indonesia," kata Manager Corporate Communication PT Chevron Pacific Indonesia Dony Indrawan kepada detikFinance di The 38th Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2014, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (22/5/2014).

Proyek pengeboran tersebut diberi nama Indonesia Deepwater Development (IDD), yang menggabungkan empat kontrak kerjasama, yaitu Ganal, Rapak, Makassar Strait, dan Muara Bakau.

Dalam keempat konsesi tersebut terdapat lima lapangan yaitu Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha, dan Gandang. Lapangan Bangka akan beroperasi terlebih dahulu pada 2016. Sementara untuk Gendalo dan Gehem akan beroperasi setelah Bangka, berturut-turut pada 2017 dan 2018.

Dony mengungkapkan, pihaknya menyiapkan dana total sebanyak US$ 12 miliar untuk pengeboran IDD tersebut. "Proyek ini menelan dana investasi sebanyak US$ 12 miliar, besar sekali, untuk satu sumur yang dibor saja memerlukan dana US$ 100-200 juta," ungkapnya.

Ia menceritakan, betapa penuh risiko dan tingginya biaya untuk mengebor minyak di laut dalam tersebut. Karena dari kapal sampai dasar laut butuhkan pipa pengeboran sepanjang 12 kilometer.

"Itu baru dari atas laut sampai ke dasar lautnya. Rig pengeborannya menggunakan kapal, itu belum ngebor lagi ke dalam hingga 12 km, sangat panjang, itu bor bisa ke mana-mana arahnya karena saking panjangnya. Ilustrasinya Menara BNI 46 di Jakarta itu kalau diibaratkan dasar laut itu gedung dari atas kecil sekali," katanya.

Namun walau dengan biaya besar, risiko kegagalan tinggi dan macam-macam kendala di lapangan, proyek IDD ini diperkirakan dapat memproduksi gas diperkirakan bisa mencapai 1.270 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).

"Produksinya itu sekitar 1,2 miliar kaki kubik per hari," tutupnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari proyek IDD akan dialokasikan untuk seluruh terminal regasifikasi di Indonesia.

Rincinya FSRU Jawa Barat 53 kargo (2018-2021), Terminal Arun 20 kargo (2017-2021), FSRU Lampung 37 kargo (2016-2018), FSRU Banten 30 kargo (2016-2021), dan FSRU Jawa Tengah 39 kargo (2016-2021).

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads