Seperti diketahui, saat ini Indonesia memerluka tambahan cadangan migas baru untuk menambah cadangannya yang saat ini makin menipis, untuk minyak cadangan yang dimiliki saat ini hanya tersisa 3,7 miliar barel sedangkan gas masih ada sekitar 2,9 miliar meter kubik.
Direktur Utama PT Pertamina EP Adriansyah mengatakan, pihaknya telah berhasil menemukan cadangan minyak baru setelah melakukan pengeboran minyak dibeberapa lapangan minyak.
Ini dia lokasinya seperti diungkapkannya kepada detikFinance, Jumat (23/5/2014).
|
|
Jati Asri, Lapangan Melandong Jawa Barat
|
Foto: Reuters
|
Jati Asri, Lapangan Melandong Jawa Barat
|
Foto: Reuters
|
DST Benggala-1, Sumatera Utara
|
|
Hasil uji kandungan lapisan atau Drill Steam test (DST) pada Formasi Belumai di Sumur BGL-1 menghasilakan produksi rata-rata 503 barel kubik per hari dan 15,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sedangkan Put On Production (POP) dari BGL-1 telah disetujui oleh SKK Migas pada 14 April 2013 dan on stream POP pada 22 oktober 2013.
DST Benggala-1, Sumatera Utara
|
|
Hasil uji kandungan lapisan atau Drill Steam test (DST) pada Formasi Belumai di Sumur BGL-1 menghasilakan produksi rata-rata 503 barel kubik per hari dan 15,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sedangkan Put On Production (POP) dari BGL-1 telah disetujui oleh SKK Migas pada 14 April 2013 dan on stream POP pada 22 oktober 2013.
Louise-Nonny, di Kalimantan Timur
|
Foto: Reuters
|
Adriansyah mengungkapkan, lapangan ini memrupakan lapangan tua yang dimiliki Pertamina, karena ditemukan pertama kali pada 1987 oleh NIIHM.
Kemudian dikelola oleh Pertamina EP sejak Oktober 2008 dengan produksi saat serah terima sekitar 400 barel minyak per hari, dan mengalami peningkatan produksi setelah dikelola Pertamina dengan produksi menjadi 700 barel minyak per hari dengan melakukan upaya mereaktivasi sumur-sumur suspended.
Pertamina EP kata Adriansyah telah melakukan berbagai studi dan evaluasi guna merevitalisasi lapangan tersebut.
"Upay kita berhasil dengan melakukan pengeboran LSE-1055 yng menghasilkan 1.200 barel minyak per hari dengan jepitan 24/64 dari prospek zona dengan kedalaman di bawah 900 meter," tutupnya.
Louise-Nonny, di Kalimantan Timur
|
Foto: Reuters
|
Adriansyah mengungkapkan, lapangan ini memrupakan lapangan tua yang dimiliki Pertamina, karena ditemukan pertama kali pada 1987 oleh NIIHM.
Kemudian dikelola oleh Pertamina EP sejak Oktober 2008 dengan produksi saat serah terima sekitar 400 barel minyak per hari, dan mengalami peningkatan produksi setelah dikelola Pertamina dengan produksi menjadi 700 barel minyak per hari dengan melakukan upaya mereaktivasi sumur-sumur suspended.
Pertamina EP kata Adriansyah telah melakukan berbagai studi dan evaluasi guna merevitalisasi lapangan tersebut.
"Upay kita berhasil dengan melakukan pengeboran LSE-1055 yng menghasilkan 1.200 barel minyak per hari dengan jepitan 24/64 dari prospek zona dengan kedalaman di bawah 900 meter," tutupnya.
Halaman 2 dari 8











































