Pertamina Berhasil Dapatkan Cadangan Migas Baru, di Mana Saja?

Pertamina Berhasil Dapatkan Cadangan Migas Baru, di Mana Saja?

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2014 14:04 WIB
Pertamina Berhasil Dapatkan Cadangan Migas Baru, di Mana Saja?
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berhasil menambah cadangan minyak dan gas bumi nasional setelah berhasil melakukan pengeboran di beberapa tempat.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia memerluka tambahan cadangan migas baru untuk menambah cadangannya yang saat ini makin menipis, untuk minyak cadangan yang dimiliki saat ini hanya tersisa 3,7 miliar barel sedangkan gas masih ada sekitar 2,9 miliar meter kubik.

Direktur Utama PT Pertamina EP Adriansyah mengatakan, pihaknya telah berhasil menemukan cadangan minyak baru setelah melakukan pengeboran minyak dibeberapa lapangan minyak.

Ini dia lokasinya seperti diungkapkannya kepada detikFinance, Jumat (23/5/2014).


Jati Asri, Lapangan Melandong Jawa Barat

Foto: Reuters
Pengeboran Jati Asri (JAS)-1 yang terletak di sebelah barat Lapangan Melandong Jawa Barat. Ditajak pada 5 Agustus 2013 dan memiliki sumber daya migas dengan potensi Resource to Reserve mencapai 67 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE) dan telah berhasil dites dengan produksi 3.110 barel minyal per hari.

Jati Asri, Lapangan Melandong Jawa Barat

Foto: Reuters
Pengeboran Jati Asri (JAS)-1 yang terletak di sebelah barat Lapangan Melandong Jawa Barat. Ditajak pada 5 Agustus 2013 dan memiliki sumber daya migas dengan potensi Resource to Reserve mencapai 67 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE) dan telah berhasil dites dengan produksi 3.110 barel minyal per hari.

DST Benggala-1, Sumatera Utara

Adriansyah mengungkapkan, pihaknya berhasil menemukan gas bumi ketika melakukan pengeboran Benggala (BGL)-1 yang terletak di Langkat Sub Basin 13 km sebelah barat Lapangan Wampu. Ditajak pada 26 Juli 2012 serta memiliki sumber potensi cadangan sebanyak 47 juta barel setara minyak.

Hasil uji kandungan lapisan atau Drill Steam test (DST) pada Formasi Belumai di Sumur BGL-1 menghasilakan produksi rata-rata 503 barel kubik per hari dan 15,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sedangkan Put On Production (POP) dari BGL-1 telah disetujui oleh SKK Migas pada 14 April 2013 dan on stream POP pada 22 oktober 2013.

DST Benggala-1, Sumatera Utara

Adriansyah mengungkapkan, pihaknya berhasil menemukan gas bumi ketika melakukan pengeboran Benggala (BGL)-1 yang terletak di Langkat Sub Basin 13 km sebelah barat Lapangan Wampu. Ditajak pada 26 Juli 2012 serta memiliki sumber potensi cadangan sebanyak 47 juta barel setara minyak.

Hasil uji kandungan lapisan atau Drill Steam test (DST) pada Formasi Belumai di Sumur BGL-1 menghasilakan produksi rata-rata 503 barel kubik per hari dan 15,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sedangkan Put On Production (POP) dari BGL-1 telah disetujui oleh SKK Migas pada 14 April 2013 dan on stream POP pada 22 oktober 2013.

Louise-Nonny, di Kalimantan Timur

Foto: Reuters
PT Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan minyak baru di Kalimantan Timur.

Adriansyah mengungkapkan, lapangan ini memrupakan lapangan tua yang dimiliki Pertamina, karena ditemukan pertama kali pada 1987 oleh NIIHM.

Kemudian dikelola oleh Pertamina EP sejak Oktober 2008 dengan produksi saat serah terima sekitar 400 barel minyak per hari, dan mengalami peningkatan produksi setelah dikelola Pertamina dengan produksi menjadi 700 barel minyak per hari dengan melakukan upaya mereaktivasi sumur-sumur suspended.

Pertamina EP kata Adriansyah telah melakukan berbagai studi dan evaluasi guna merevitalisasi lapangan tersebut.

"Upay kita berhasil dengan melakukan pengeboran LSE-1055 yng menghasilkan 1.200 barel minyak per hari dengan jepitan 24/64 dari prospek zona dengan kedalaman di bawah 900 meter," tutupnya.

Louise-Nonny, di Kalimantan Timur

Foto: Reuters
PT Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan minyak baru di Kalimantan Timur.

Adriansyah mengungkapkan, lapangan ini memrupakan lapangan tua yang dimiliki Pertamina, karena ditemukan pertama kali pada 1987 oleh NIIHM.

Kemudian dikelola oleh Pertamina EP sejak Oktober 2008 dengan produksi saat serah terima sekitar 400 barel minyak per hari, dan mengalami peningkatan produksi setelah dikelola Pertamina dengan produksi menjadi 700 barel minyak per hari dengan melakukan upaya mereaktivasi sumur-sumur suspended.

Pertamina EP kata Adriansyah telah melakukan berbagai studi dan evaluasi guna merevitalisasi lapangan tersebut.

"Upay kita berhasil dengan melakukan pengeboran LSE-1055 yng menghasilkan 1.200 barel minyak per hari dengan jepitan 24/64 dari prospek zona dengan kedalaman di bawah 900 meter," tutupnya.
Halaman 2 dari 8
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads