Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, dari total kuota penyaluran BBM bersubsidi yang dialokasikantahun ini sebanyak 47,35 juta KL, hingga 30 April 2014 telah tersalurkan 14,99 juta KL.
Ini terdiri dari premium 9,5 juta KL atau 29,4% dari kuota 32,32 juta KL, solar 5,15 juta KL atau 36,42% dari kuota 14,14 juta KL, dan kerosene (minyak tanah) sebanyak 325 ribu KL atau36 % dari kuota 900 ribu KL.
Jadi secara total, realisasi penyaluran pada periode tersebut mencapai 14,99 juta KL atau 31,7%.
"Dengan kondisi tersebut, maka realisasi penyaluran premium masih terkendali, namun tetap harus diperhatikan periode puasa-lebaran serta natal-tahun baru, di mana konsumsi premium biasanya naik 10% dari kebutuhan normal. Sementara itu, realisasi penyaluran solar telah melampaui kuota untuk periode berjalan," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/5/2014).
Realisasi penyaluran premium di seluruh daerah masih dalam batas proyeksi, dengan tingkat konsumsi paling tinggi berada di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang masuk ke dalam Marketing Operation Region (MOR) III. Di wilayah ini, konsumsi premium dalam 4 bulan adalah 2,75 juta KL. Ada juga wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang masuk MOR V dengan konsumsi 1,79 juta KL.
Sementara untuk solar, hampir seluruh wilayah tingkat konsumsinya tinggi. Wilayah yang konsumsi solarnya rendah adalah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk MOR IV, lalu wilayah Papua dan Maluku yang masuk MOR VIII.
(rrd/dnl)











































