Kantor Wamen ESDM di Pertamina akan Disegel Mulai Senin

Kantor Wamen ESDM di Pertamina akan Disegel Mulai Senin

- detikFinance
Sabtu, 24 Mei 2014 11:45 WIB
Kantor Wamen ESDM di Pertamina akan Disegel Mulai Senin
Jakarta - Serikat Pekerja PT Pertamina (Persero) akan mensegel kantor Komisaris Susilo Siswoutomo. Ini merupakan buntut atas pernyataan Susilo yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM itu yang belum berniat memberikan pengelolaan Blok Mahakam ke perusahaan pelat merah tersebut.

"Kami sudah berkomunikasi dengan para Pekerja Pertamina, initinya Senin besok kami serikat pekerja se-indonesia akan datang ke kantor Pertamina untuk mensegel kantor Wamen ESDM di Pertamina," kata Faisal Yusra, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia, kepada detikFinance, Sabtu (24/5/2014).

"Wamen ESDM punya kantor di Pertamina, karena merupakan salah satu Komisaris Pertamina, karena komentarnya di media tidak mendukung kemajuan Pertaminan kemajuan perusahaan migas nasional buat apa makan gaji buta dari Pertamina, kita segel besok (Senin) kantornya," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Wamen ESDM melalui SMS. Namun, kata Faisal, Susilo membantah pernyataan tersebut dan menyalahkan media karena mengubah ucapannya dalam berita.

"Dia (Susilo) memastikan akan dukung Pertamina 150%. Tapi kami tidak percaya, karena ucapan Wamen ESDM tidak kali ini saja, ucapannya konsisten sejak jadi Wamen ESDM, jika Pertamina belum tentu kelola sepenuhnya Blok Mahakam," ujar Faisal.

"Apalagi Direksi Pertamina sudah kirim surat berkali-kali ke pemerintah untuk memastikan bahwa kita mampu, kita bisa dan kita mau mengelola sendiri Blok Mahakam," tutupnya.

Seperti diketahui, pengelolaan ladang minyak dan gas bumi di Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang dikelola perusahaan asal Prancis yakni Total E&P Indonesie hampir 50 tahun beroperasi. Namun pemerintah belum tentu memberikan blok yang akan habis pada 2017 tersebut ke tangan Pertamina.

"Bukan tidak berpihak kepada negara, Pertamina itu bukan negara walaupun dia 100% milik negara. Blok Mahakam habis kontraknya itu jadi milik negara, tapi belum tentu dikasih ke Pertamina. Pertamina boleh saja mengajukan ingin mengelola, tapi tidak otomatis, bisa saja kita (pemerintah) tenderkan kembali," kata Susilo saat ditemui di The 38th Indonesia Petroleum Association (IPA) di JCC, Kamis (22/5/2014).

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads