"RFID memang banyak digunakan di beberapa negara, di Amerika, Turki, India, dan lainnya, tapi lebih digunakan untuk data pelanggan di beberapa perusahaan. Tapi kalau untuk mengawasi dan mendata BBM baru di Indonesia yang pakai," ucap Direktur Utama PT INTI (Persero) Tikno Sutisna kepada detikFinance, Selasa (3/6/2014).
Tikno mengatakan, tentunya ini peluang bagus bagi INTI, karena di dunia masih banyak juga negara yang memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pihaknya optimistis program ini bisa dijalankan di seluruh Indonesia dengan melakukan pemasangan di 100 juta kendaraan, apalagi program ini menguntungkan bagi Inti.
"Kami optimistis program ini jalan, asal seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dari pemerintah sampai masyarakat mendukung penuh, program ini menguntungkan bagi PT INTI, kalau nggak untung ngapain kita jalankan, selain itu pemerintah juga untung karena BBM subsidinya tepat sasaran, Pertamina juga untung karena dapat mendata konsumennya dengan data itu bisa mengembangkan produk-produknya," tutup Tikno.
(rrd/dnl)











































