Penghematan Subsidi BBM dan Listrik Hanya Hasilkan Rp 15 T

Penghematan Subsidi BBM dan Listrik Hanya Hasilkan Rp 15 T

- detikFinance
Selasa, 03 Jun 2014 17:47 WIB
Penghematan Subsidi BBM dan Listrik Hanya Hasilkan Rp 15 T
Jakarta -

Pemerintah hanya mampu mendapatkan Rp 15 triliun dari hasil program penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Padahal lonjakan subsidi energi secara total diperkirakan mencapai Rp 110 triliun.

"Saya perkirakan yang masih dalam hitungan kasar didapatkan sekitar Rp 15 triliun," ungkap Menteri Keuangan Chatib Basri saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Untuk program pengendalian BBM bersubsidi, pemerintah akan mencoba menjalankan 9 program yang digagas oleh Kementerian ESDM. Total anggaran yang bisa dihemat adalah sebesar Rp 7 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk BBM yang bisa didapatkan itu adalah sekitar Rp 7 triliun," sebutnya.

Kemudian untuk listrik, pemerintah berencana menaikkan tarif untuk 6 golongan tertentu pada bulan Juli mendatang. Dampaknya, anggaran yang bisa dihemat adalah sekitar Rp 8 triliun.

"Tapi beberapa langkah tadi sedang di-exercise. Ini memang belum bisa dilakukan karena risiko keberhasilannya relatif masih kecil," tutur Chatib.

Dalam APBN 2014, anggaran subsidi BBM dipatok sebesar Rp 210,7 triliun. Sementara dalam APBN-Perubahan naik menjadi Rp 285 triliun.

Untuk subsidi listrik, dalam APBN 2014 adalah Rp 71,4 triliun. Kemudian dalam APBN-P 2014 naik menjadi Rp 107,1 triliun.

Menurut Chatib, masih ada upaya lain yang akan dilakukan untuk meredam lonjakan subsidi. Termasuk juga untuk menahan defisit anggaran tetap di kisaran 2,5% dari PDB.

"Makanya saya bilang tetap harus kombinasi dari itu. Extra effortpajak, pengurangan belanja, dari semua," katanya.

(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads